RADAR PALU - Upaya menjaga keamanan dan keharmonisan sosial di Sulawesi Tengah terus diperkuat. Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulteng meneguhkan sinergi dalam merawat situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta memperkokoh kerukunan antarumat beragama.
Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol. Endi Sutendi menyampaikan apresiasi atas peran strategis FKUB dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat nilai-nilai moderasi beragama.
Apresiasi itu disampaikan saat menerima kunjungan silaturahmi FKUB Sulteng yang dipimpin Ketua FKUB, Prof. KH. Zainal Abidin, di Mapolda Sulteng, Kamis (22/1).
Kapolda menilai FKUB sebagai mitra penting Polri dalam menciptakan suasana damai, rukun, dan berkeadaban di tengah keberagaman masyarakat Sulawesi Tengah.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Dirbinmas Polda Sulteng Kombes Pol. Dr. Sirajuddin Ramly.
Ketua FKUB Sulteng Prof. KH. Zainal Abidin menjelaskan, silaturahmi ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara tokoh agama dan kepolisian guna menjaga kondisi daerah tetap kondusif.
Ia menegaskan bahwa sinergi yang telah terbangun akan terus dilanjutkan dan ditingkatkan.
“FKUB dan Polda Sulteng telah bersinergi dalam penguatan moderasi beragama kepada para Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Prof. Zainal, kolaborasi lintas sektor merupakan ikhtiar bersama untuk mewujudkan kedamaian yang berkelanjutan. Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, kepolisian, dan tokoh agama, indeks kerukunan umat beragama diyakini akan terus meningkat.
“Ke depan, FKUB siap mendukung penuh langkah Polda Sulteng dalam menjaga kamtibmas, tidak hanya melalui sosialisasi moderasi beragama, tetapi juga penguatan nilai-nilai kebangsaan,” tambahnya.
Sekretaris FKUB Sulteng, H. Muh. Munif Godal, memaparkan berbagai program yang telah dijalankan FKUB, mulai dari sosialisasi moderasi beragama, kampanye penolakan perundungan, hingga edukasi bahaya narkoba.
Program tersebut telah menyasar ribuan pelajar di 13 kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.
Bahkan, hasil riset FKUB Sulteng menunjukkan tingkat toleransi di kalangan tokoh agama dan pelajar berada pada angka yang sangat tinggi, yakni antara 88,8 persen hingga 94,2 persen.
“Ini menjadi modal sosial yang sangat berharga untuk terus merawat persatuan dan stabilitas sosial di Sulawesi Tengah,” pungkasnya. ***
Editor : Talib