RADAR PALU - Pemerataan listrik di Sulawesi Tengah terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Gubernur Sulawesi Tengah menerima audiensi Manager PLN UP3 Palu, Ansar, Rabu (21/1/2025), guna membahas perkembangan sistem kelistrikan dan percepatan program Berani Menyala.
Dalam pemaparannya, Ansar menjelaskan bahwa tantangan utama kelistrikan Sulawesi Tengah masih berkaitan dengan panjang jaringan distribusi dan kondisi geografis wilayah. Meski demikian, indeks keandalan sistem menunjukkan tren perbaikan.
Ia menegaskan, gangguan listrik yang terjadi belakangan bukan merupakan pemadaman terencana, melainkan gangguan teknis akibat faktor alam dan jarak distribusi.
Saat ini, PLN memprioritaskan penguatan sistem di Morowali dan Lembo. Suplai listrik untuk Lembo masih disokong dari sistem Palu II dan Palu III sembari menunggu penguatan jaringan transmisi.
Selain itu, PLN mendorong pembangunan pembangkit tersebar dan penambahan beban baru untuk memperpendek jalur distribusi serta meningkatkan keandalan sistem.
Data PLN menunjukkan, hingga 2025 masih terdapat sekitar 83 desa di Sulawesi Tengah yang belum sepenuhnya berlistrik, menurun dari sebelumnya 89 desa. Wilayah kepulauan dan daerah terisolasi sementara dilayani melalui PLTS.
Gubernur Sulawesi Tengah menyampaikan apresiasi atas kinerja PLN dan menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah.
“Program Berani Menyala harus kita kawal bersama agar seluruh wilayah Sulawesi Tengah mendapatkan akses listrik yang merata,” ujarnya.
Audiensi ini turut dihadiri perwakilan DPRD dari daerah pemilihan Sigi dan Morowali Utara sebagai bentuk dukungan lintas sektor terhadap pembangunan infrastruktur kelistrikan.***
Editor : Muhammad Awaludin