RADAR PALU - Dalam rangka memperingati Hari Dharma Samudera, Komando Armada (Koarmada) VI menggelar upacara peringatan yang berlangsung khidmat di atas KRI Marlin-877.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Kodaeral VI, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, dan dihadiri oleh Komandan Pangkalan TNI AL Palu Kolonel Laut (P) Marthinus Sir beserta prajurit TNI Angkatan Laut, Bupati Morowali Iksan,dan unsur terkait lainnya, Kamis 15 Januari 2026.
Upacara peringatan Hari Dharma Samudera ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan TNI AL yang telah gugur dalam mempertahankan kedaulatan laut Nusantara.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tabur bunga di laut sebagai simbol penghormatan dan doa bagi arwah para pahlawan.
Dankodaeral VI menegaskan, bahwa peringatan Hari Dharma Samudera merupakan momentum penting untuk meneladani nilai-nilai perjuangan, keberanian, serta pengorbanan para pahlawan laut dalam menjaga keutuhan wilayah perairan Indonesia.
“Semangat juang para pahlawan harus terus kita warisi dan implementasikan dalam setiap pelaksanaan tugas, guna mewujudkan TNI Angkatan Laut yang profesional, modern, dan tangguh,” ujar Dankodaeral VI.
Selain upacara dan tabur bunga, Kodaeral VI juga melaksanakan kegiatan bakti sosial (baksos) dan bakti kesehatan (bakes) sebagai wujud kepedulian TNI AL terhadap masyarakat.
Kegiatan ini meliputi pemberian bantuan sosial serta pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat di wilayah sekitar.
Pada kesempatan tersebut, juga dilaksanakan penyerahan lahan untuk Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Morowali seluas kurang lebih 3,6 hektare.
Penyerahan lahan ini diharapkan dapat mendukung penguatan pangkalan TNI AL dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan pertahanan dan keamanan laut, khususnya di wilayah Sulawesi Tengah dan sekitarnya.
Melalui peringatan Hari Dharma Samudera ini, Koarmada VI menegaskan komitmennya untuk terus mengenang nilai-nilai juang para pahlawan laut sekaligus memperkuat sinergi dengan masyarakat demi terwujudnya keamanan dan kedaulatan laut Indonesia.
Ditempat sama, Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf mengatakan, pelaksanaan upacara Dharma Samudera di Morowali merupakan kebanggaan sekaligus rezeki bagi daerah, mengingat jarangnya kapal perang TNI Angkatan Laut bersandar dan melaksanakan kegiatan di wilayah tersebut.
“Dari pemerintah tentu kami sangat berbangga. Biasanya kapal perang jarang sandar di pelabuhan, tetapi hari ini kita bisa mengikuti upacara Dharma Samudera di Morowali. Ini adalah kebahagiaan dan rezeki bagi daerah,” ujar Bupati Iksan
Ia menilai dipilihnya Morowali sebagai lokasi peringatan Dharma Samudera menunjukkan posisi daerah yang sangat strategis dengan aktivitas pelayaran laut yang padat.
“Benar kata Komandan bahwa Morowali ini daerah yang strategis. Aktivitas kapal di laut sangat ramai, bahkan menurut saya lebih ramai dibanding Makassar atau Palu. Karena itu sudah tepat jika kegiatan ini dilaksanakan di Morowali,” jelasnya.
Menurut Iksan, kegiatan ini juga menjadi gambaran perubahan dan perkembangan Morowali yang begitu pesat, baik di daratan maupun wilayah perairan.
“Ini menjadi penglihatan bersama bahwa Morowali sudah sangat berubah. Di darat ramai, di laut juga ramai,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati Iksan menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Morowali untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh pihak demi menjaga keamanan dan stabilitas wilayah.
“Ke depan tidak ada sektor yang boleh kita abaikan. Sinergi darat, laut, dan udara harus tetap kuat. Kalau daerah ingin aman, semuanya harus sama-sama kuat,” tegasnya.
“Peringatan Hari Dharma Samudera Tahun 2026 di Morowali diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan TNI Angkatan Laut, sekaligus menegaskan posisi Morowali sebagai wilayah strategis maritime, “ tutupnya.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin