Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Turnamen Tenis Meja yang Baru Saja Digelar di Poso Diduga Menggunakan Wasit Tidak Berlisensi alias Abal-abal

Muchsin Siradjudin • Rabu, 14 Januari 2026 | 14:55 WIB
PENYELENGGARA: Wasit tenis meja harus berlisensi.(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).
PENYELENGGARA: Wasit tenis meja harus berlisensi.(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).

Pengprov PTMSI Sulawesi Tengah Tidak Memberikan Rekomendasi

RADAR PALU – Ini satu kecerobohan dari panitia penyelenggara turnamen tenis meja BERANI 2026 yang dilaksanakan di Kabupaten Poso, baru-baru ini diduga menggunakan wasit tenis meja tidak berlisensi alias wasit abal-abal.

Hal itu diungkap oleh salah seorang pengurus PTMSI Sulawesi Tengah yang membidangi perwasitan. Dikatakannya, di setiap ada turnamen atau pertandingan tenis meja di wilayah Sulawesi Tengah seharusnya menggunakan wasit asli, wasit bersertifikat atau wasit berlisensi.

Apalagi di Sulawesi Tengah ini sudah ada persatuan wasit tenis meja PTMSI Sulawesi Tengah, bernama Forum Komunikasi Wasit Tenis Meja PTMSI Sulawesi Tengah. Tugasnya antara lain menjalin silaturahmi sesama wasit tenis meja, mempromosikan wasit tenis meja, dan mengawasi keberadaan wasit tenis meja.

Lembaga ini (Forum Komunikasi Wasit Tenis Meja PTMSI Sulawesi Tengah) sangat mengetahui mana wasit yang asli dan prosfesional serta berlisensi. Bukan wasit asal turun di turnamen, tetapi tidak memegang serifikat.

Wasit berlisensi menjadi ukuran wajib, dan memiliki klasifikasi perwasitan khususnya di cabang olahraga (Cabor) tenis meja.

Kepada Radar Palu Jawa Pos group, Ketua Forum Komunikasi Wasit PTMSI Sulawesi Tengah, Kasman Napu, mengungkap adanya keteledoran dari panitia pelaksana saat melaksanakan turnamen tenis meja BERANI 2026 yang memperebutkan Piala Gubernur, dan baru saja dilaksanakan di Kabupaten Poso.

“Saya mendapat informasi, adanya penggunaan atau melibatkan wasit yang diduga kuat tidak berlisensi wasit resmi. Artinya ada wasit yang tidak professional ditugaskan di iven ini, bila diukur dengan lisensi wasit tenis meja,“ ujar Kasman Napu, kepada media Radar Palu Jawa Pos.

Menurutnya, harus ada pihak yang melakukan protes bila melihat sebuah kekeliruan terutama dari pemain. Jangan dibiarkan saja. Sebab, setiap keputusan yang diambil oleh wasit, namun wasitnya abal-abal atau tidak resmi, tidak berlisensi, maka keputusannya itu dianggap tidak sah.

“Celakanya ada orang dari PB PTMSI Pusat saat digelarnya turnamen tenis meja BERANI 2026 saat itu. Mestinya dia harus mencari tau dulu apakah wasit yang diturunkan dalam turnamen ini wasit berlisensi secara resmi di PTMSI, “ papar Kasman.

Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) PTMSI Sulawesi Tengah, H. Suaeb Moh. Ali, dikonfirmasi media ini, menjelaskan Pengprov PTMSI Sulawesi Tengah (Sulteng) pada h-3 telah melakukan rapat bersama Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Pengurus Besar-Persatuan Tenis Meja Indonesia (PB-PTMSI) pusat, secara daring.

“Topik pembahasan adalah terkait SK panitia pelaksana turnamen tenis meja BERANI 2026 piala Gubernur di Kabupaten Poso, “ kata Ketum PTMSI Sulteng, H. Suaeb Moh. Ali.

Dikatakan Ketum, termasuk penggunaan perangkat pertandingan yang tidak sesuai yaitu referee/deputi referee dan wasit.

“Keputusan rapat saat itu menyurati Pengurus Kabupaten (Pengkab) PTMSI Kabupaten Poso untuk mengganti deputi referee dan wasit yang tidak berlisensi dalam pertandingan turnamen tenis meja BERANI 2026 di Kabupaten Poso, “ ungkap Haji Suaeb.

“Dan, karena tidak ada tanggapan dari panitia/Pengkab PTMSI Kabupaten Poso, maka Pengprov PTMSI Sulteng tidak mengeluarkan rekomendasi untuk turnamen tersebut, “ tegas Ketum PTMSI Sulawesi Tengah, Haji Suaeb.

Ketegasan Ketum PTMSI diapresiasi oleh Ketua Forum Komunikasi Wasit Tenis meja PTMSI Sulawesi Tengah, Kasman Napu, agar kedepan ada efek jera, setiap momen iven turnamen atau pertandingan tenis meja tidak menggunakan wasit abal-abal lagi.

“Ini warning dari PTMSI Sulawesi Tengah harus kita dengar dan kita taati, bagaimana mekanisme dalam mengedukasi seluruh stakeholder dalam lingkaran cabor tenis meja, supaya kita sportif. Semua elemen betul-betul menaati regulasi yang ada, “ tandas kasman Napu.

Bagi Kasman, kejadian ini menjadi hikmah dan pelajaran berharga bagi seluruh insan pencinta tenis meja yang betul-betul menjalankan aturan. Menjunjung tinggi sportifitas dimana saja dia berada.(mch)



 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Harusnya mencari tau dulu #Panitia disorot #Wasit tidak berlisensi #Dianggap tidak sah