Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Bundaran STQ Palu Dipoles Pemerintah Pusat, Pemkot Manfaatkan Celah di Tengah Keterbatasan Anggaran

Muhammad Awaludin • Senin, 12 Januari 2026 | 15:24 WIB
Proses revitalisasi Bundaran STQ Palu yang dikerjakan BPJN Kementerian PUPR sebagai bagian kolaborasi dengan Pemkot Palu.
Proses revitalisasi Bundaran STQ Palu yang dikerjakan BPJN Kementerian PUPR sebagai bagian kolaborasi dengan Pemkot Palu.

RADAR PALU – Wajah Kota Palu perlahan mulai berubah. Salah satu titik yang kini menjadi perhatian adalah Taman Bundaran STQ, yang tengah menjalani proses revitalisasi melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Palu dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Revitalisasi kawasan tersebut menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah memanfaatkan peluang kerja sama dengan pemerintah pusat di tengah keterbatasan anggaran daerah. Saat ini, pengerjaan fisik awal Bundaran STQ sepenuhnya dilaksanakan oleh BPJN.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu, Ismayadin Parigade, menjelaskan bahwa keterlibatan pemerintah pusat bermula dari program rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana di Kota Palu. 

“Untuk tahap awal, struktur fondasi dikerjakan oleh BPJN. Ini bagian dari rehabilitasi dan rekonstruksi yang kami dorong agar dilakukan secara bertahap,” ujar Ismayadin, Kamis (8/1/2026).

Ia mengungkapkan, revitalisasi Bundaran STQ sejatinya tidak termasuk dalam agenda awal pemerintah pusat. Fokus utama BPJN kala itu hanya pada perbaikan Jalan Soekarno-Hatta. Namun, Pemerintah Kota Palu mengambil inisiatif dengan mengajukan usulan tambahan.

Langkah tersebut membuahkan hasil. Pemerintah pusat menyetujui sebagian pekerjaan, sementara Pemerintah Kota Palu mengambil peran dalam perencanaan desain lanjutan kawasan Bundaran STQ. 

“Desainnya kami tawarkan ke pemerintah pusat. Mana yang bisa dikerjakan, mereka kerjakan lebih dulu. Setelah itu, pemerintah kota akan melanjutkan dengan program-program lainnya,” jelas Ismayadin.

Menurutnya, pola kolaborasi seperti ini menjadi strategi efektif dalam membangun tata kota, terutama bagi daerah dengan ruang fiskal yang terbatas. Bantuan dari pemerintah pusat membuka peluang percepatan pembangunan tanpa membebani APBD secara berlebihan.

“Ini kolaborasi yang baik. Dengan keterbatasan anggaran daerah, bantuan pemerintah pusat sangat membantu. Dari situ, kami bisa mencari potensi pembangunan lain yang bisa dikembangkan,” pungkasnya.

Revitalisasi Bundaran STQ diharapkan tak hanya memperindah kawasan, tetapi juga menjadi simbol sinergi pusat dan daerah dalam membangun wajah baru Kota Palu.***

Editor : Muhammad Awaludin
#pupr #Bundaran STQ #Revitalisasi #BPJN #kota palu