RADAR PALU – Organisasi kepemudaan Perisai Syarikat Islam (Perisai SI) kembali menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kota Palu. Untuk kedua kalinya, jajaran Perisai SI melakukan audiensi, kali ini dengan Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, Senin (12/1/2026).
Audiensi yang berlangsung di ruang kerja Wakil Wali Kota Palu itu berlangsung dalam suasana hangat dan dialogis. Pertemuan ini menjadi penegasan posisi Perisai SI sebagai organisasi kepemudaan yang ingin mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah, khususnya di sektor ekonomi dan pendidikan.
Pimpinan Perisai Syarikat Islam Wilayah Sulawesi Tengah, Muhammad Tawwab, mengatakan audiensi tersebut sekaligus menjadi momentum penyampaian agenda pelantikan pengurus Perisai SI yang dijadwalkan berlangsung pada Januari 2026 di Gedung Pogombo, Kantor Gubernur.
Namun lebih dari sekadar penyampaian agenda organisasi, Tawwab menekankan pentingnya membangun sinergi nyata antara pemuda dan pemerintah daerah, baik di tingkat kota maupun provinsi.
“Kami ingin memastikan kolaborasi pemerintah dan pemuda itu bukan sekadar wacana, tapi benar-benar terwujud dalam program dan peran nyata,” ujar Tawwab usai pertemuan.
Ia juga menegaskan bahwa Perisai SI hadir sebagai wadah aktualisasi pemuda yang bebas dari kepentingan politik praktis. Organisasi ini, kata dia, menempatkan penguatan ekonomi dan pendidikan sebagai fokus utama gerakan.
“Perisai SI tidak berafiliasi dengan partai politik mana pun. Kami fokus mendorong pemuda agar mandiri secara ekonomi dan memiliki kapasitas pendidikan yang baik,” tegasnya.
Audiensi tersebut disambut positif oleh Pemerintah Kota Palu. Dukungan yang diberikan menjadi sinyal terbukanya ruang kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan dalam mendorong pembangunan berbasis partisipasi generasi muda.
Perisai SI berharap, ke depan organisasi kepemudaan tidak hanya menjadi simbol, tetapi mampu tampil sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjawab tantangan sosial dan pembangunan daerah.
“Pemuda harus sadar akan perannya sebagai putra daerah. Membangun Palu tidak bisa sendiri, tapi harus bersama-sama,” pungkas Tawwab.***
Editor : Muhammad Awaludin