Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Cuaca Ekstrem Picu Banjir Donggala-Palu, BMKG Ungkap Faktor Meteorologis

Mugni Supardi • Senin, 12 Januari 2026 | 12:13 WIB
Penampakan awan di sekitar Pelabuhan Pantoloan, Minggu (11/1/2026), sesaat sebelum hujan dengan intensitas deras mengguyur wilayah Kota Palu.
Penampakan awan di sekitar Pelabuhan Pantoloan, Minggu (11/1/2026), sesaat sebelum hujan dengan intensitas deras mengguyur wilayah Kota Palu.

RADAR PALU - Kepala Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Taufik, mengungkapkan bahwa sebelum banjir yang melanda Kabupaten Donggala dan Kota Palu BMKG menganalisa adanya kombinasi belokan angin, konvergensi, serta anomali suhu muka laut yang meningkatkan pembentukan awan hujan secara signifikan di wilayah Sulawesi Tengah.

Dari belokan angin dan konvergensi itu maka memperkuat pertumbuhan awan konvektif disertai hujan intensitas sedang hingga lebat.

“Selain itu, suhu muka laut di perairan Sulawesi Tengah terpantau mengalami anomali positif antara 1,0 hingga 1,5 derajat Celsius. Kondisi ini menambah suplai uap air ke atmosfer dan memperbesar potensi hujan lebat,” ujar Taufik, Senin (12/1).

Banjir terjadi pada Minggu (11/1) sekitar pukul 11.35 WITA setelah hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, serta Kecamatan Tawaeli, Kota Palu.

Debit air sungai yang meningkat tajam menyebabkan luapan air hingga merusak infrastruktur dan permukiman warga.

Di Kecamatan Tanantovea, banjir berdampak pada empat desa, yakni Desa Wani 1, Wani 2, Wani 3, dan Wani Lumbumpetigo.

Di Desa Wani 1, tiga unit rumah dilaporkan hanyut terbawa arus. Sementara di Desa Wani 3, satu unit rumah terdampak dan jembatan penghubung menuju Desa Labuan Kungguma terputus. Pendataan masih terus dilakukan di Desa Wani 2 dan Wani Lumbumpetigo.

Sementara itu di Kota Palu, banjir merendam Kelurahan Pantoloan dan Kelurahan Baiya, Kecamatan Tawaeli. Di Pantoloan, genangan air terjadi di sekitar Fly Over Pantoloan dan berdampak pada 45 unit rumah warga. Sedangkan di Kelurahan Baiya, sebanyak 38 unit rumah terdampak, termasuk satu unit sekolah dan satu unit pasar.

BMKG mencatat bahwa peringatan dini cuaca ekstrem telah dikeluarkan melalui sistem Meteorological Early Warning System (MEWS) Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu sejak pukul 05.51 WITA dan diperbarui beberapa kali hingga pukul 13.30 WITA pada hari kejadian.

“Peringatan dini telah kami sampaikan dan didiseminasikan kepada BPBD, TNI-Polri, pemerintah daerah, serta melalui berbagai kanal informasi publik,” kata Taufik.

Hingga laporan terakhir diterima, warga terdampak masih mengungsi secara mandiri dan tidak ada laporan korban jiwa.

BMKG mengimbau masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dan dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, hingga puting beliung.

BMKG juga mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui situs resmi www.bmkg.go.id, media sosial @cuacasulteng, aplikasi Info BMKG, maupun layanan call center 196.(*/acm)

Editor : Mugni Supardi
#BMKG #palu #Hidrometeorologi #Cuaca Ekstrem #sulawesi tengah #banjir #donggala