Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Sempat Baku Tegang, Dua Desa Di Lore Selatan Sudah Berdamai

Muchsin Siradjudin • Minggu, 11 Januari 2026 | 13:04 WIB
PERDAMAIAN: Suasana mediasi perdamaian warga Desa Gintu-Bulili.(FOTO: BUDIYANTO WIHARTO/RADAR PALU).
PERDAMAIAN: Suasana mediasi perdamaian warga Desa Gintu-Bulili.(FOTO: BUDIYANTO WIHARTO/RADAR PALU).

RADAR PALU - Ketegangan komunikasi antar warga dua desa, yakni Desa Gintu dengan Desa Bulili di Kecamatan Lore Selatan, Kabupaten Poso yang dipicu kasus penganiayaan telah berakhir damai.

Kesepakatan damai terjadi setelah Polsek Lore Selatan melakukan pertemuan mediasi kedua belah pihak yang dihadiri langsung pemerintah Desa Gintu dan Desa Bulili, Kamis (8/1/2026).

Mediasi dipimpin langsung Kapolsek Lore Selatan Iptu I Made Putrayasa. Tampak ikut didalamnya Kepala Desa Gintu Reymon Kapuy, Kepala Desa Bulili Arman Kaose, pihak korban dan para pelaku.

"Sudah selesai. Kedua belah pihak sepakat berdamai dengan cara kekeluargaan," jelasnya.

Menurut Kapolsek Iptu I Made, bahwa mediasi dilaksanakan sebagai upaya penyelesaian masalah secara kekeluargaan.

"Pertemuan ini kita laksanakan untuk mencari solusi terbaik atas kejadian yang terjadi, sehingga permasalahan tidak berlarut-larut dan dapat diselesaikan dengan baik oleh kedua belah pihak," ujar dia.

Kapolsek berharap semua pihak dapat menenangkan pikiran, mengedepankan musyawarah, dapat saling memaafkan supaya silaturahmi tetap terjaga dan kerukunan masyarakat di wilayah Tampo Bada dapat terus terpelihara.

Kepala Desa (Kades) Gintu Reymon Kapuy menyampaikan keprihatinannya atas kejadian penganiayaan dan berharap kasus serupa tidak terulang.

"Kami sangat terkejut dengan peristiwa ini, karena seharusnya kita menyambut tahun yang baru dengan kebersamaan dan kedamaian," ucapnya.

"Desa Gintu dan Desa Bulili pada dasarnya masih satu keluarga, sehingga besar harapan kami persoalan ini dapat diselesaikan secara damai dan tidak menimbulkan konflik berkepanjangan," tambah Kades Reymon.

Sementara itu, Kades Bulili, Arman Kaose mengapresiasi langkah cepat pihak kepolisian dalam memediasi kedua belah pihak yang bersengketa.

"Kita semua perlu melakukan introspeksi diri dan menghilangkan permusuhan, karena tidak ada manfaatnya berseteru. Pada dasarnya kita semua masih bersaudara dan harus menjaga persatuan," bilangnya.

Setelah bersepakat damai, kedua pihak yang bertikai juga setuju menuntaskan persoalan yang terjadi ke ranah adat Tampo Bada, Petinuwui.

Dalam kesepakatan perdamaian, pihak pelaku mengakui perbuatannya, menyampaikan permohonan maaf kepada pihak korban, serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari.

Pihak pelaku juga bersedia mengganti kerusakan kendaraan dan biaya pengobatan korban sesuai dengan kesepakatan bersama.(bud)

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Menuntaskan persoalan #Berjanji tidak akan mengulangi lagi #Dua desa di Lore Selatan #Sudah berdamai