RADAR PALU — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi mulai memperkuat akses gizi di desa-desa 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) dengan pembangunan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG-3T) di Desa Dombu, Kecamatan Marawola Barat.
Peletakan batu pertama dilakukan Kamis (8/1/2026) oleh Staf Ahli Bupati Sigi Bidang Pemerintahan, Kesejahteraan Rakyat, dan SDM, Rahmad Iqbal Nurkhalis, mewakili Bupati Sigi.
Dapur gizi ini dirancang sebagai pusat layanan untuk anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok rentan. Selain menyediakan makanan bergizi, dapur SPPG juga akan menjadi pusat edukasi tentang pola makan sehat, pemanfaatan bahan pangan lokal, dan pentingnya gizi sejak usia dini.
“Desa-desa 3T menghadapi keterbatasan akses pangan dan layanan kesehatan. Kehadiran dapur ini memungkinkan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup, ibu hamil dan menyusui mendapat dukungan nutrisi, dan masyarakat belajar pola makan seimbang yang bisa diterapkan sehari-hari,” ujar Rahmad Iqbal.
Program ini sejalan dengan kebijakan nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis, penguatan ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi desa.
Pemerintah daerah mendorong pemanfaatan hasil pertanian dan peternakan lokal agar peningkatan gizi berjalan seiring dengan peningkatan pendapatan masyarakat desa.
Rahmad Iqbal menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah desa menjadi kunci keberhasilan program berbasis masyarakat ini.
Ia juga mengajak kader kesehatan, PKK, guru, tokoh masyarakat, dan pemuda untuk terlibat aktif agar manfaat dapur gizi tepat sasaran.
Pemerintah Kabupaten Sigi berharap pembangunan Dapur SPPG-3T di Desa Dombu dapat berjalan lancar, dimanfaatkan optimal, dan menjadi model bagi desa 3T lain dalam meningkatkan kualitas gizi, menekan stunting, serta membangun generasi Sigi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.(gel)