RADAR PALU – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Kota Palu, menggelar kegiatan Optimalisasi Peran Operator EMIS Madrasah Tsanawiyah (M.Ts) bertajuk Seleksi Nasional Murid Baru (SNMB) MAN IC Kota Palu.
Optimaslisasi EMIS (Education Management Information System) sebagai gerbang data pendidikan Kementerian Agama, dilaksanakan 10-11 Januari 2026, di sebuah hotel di Kota Palu, dan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Dr. H. Junaidin Abdullah, S.Ag., M.Ag, Sabtu (10/01/2026).
Giat optimaslisasi operator EMSI 4.0 M.Ts, dihadiri pula Kepala Kantor (Kakan) Kemenag Kota Palu Dr. Ahmad Hasni, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulteng H. Muh. Syamsu Nursi, S.Pd.I., MM, pejabat Kanwil Kemenag Sulteng lainnya, beserta jajaran.
Pada kesempatan itu, Kepala Madrasah (Kamad) MAN IC Palu, Hj. Mardiati Rosmah, S.Ag., M.Ag, dalam laporan kegiatan optimalisasi menyatakan selamat datang dipertemuan pertama kepada Kakanwil Kemenag yang baru, bahwa ada 30 perseta operator EMIS yang datang dari berbagai M.Ts se Sulawesi Tengah.
Mereka para operator EMIS ini, hadir bersama guru dan tenaga kependidikan (GTK) MAN IC Palu, dan tim EMIS dari Kanwil Kemenag Sulteng.
“Kami diinstruksikan berkolaborasi dan bergandengan tangan untuk menerima murid baru. Dimana setiap tahun MAN IC Palu mendapat porsi 120 orang murid baru hasil SNMB yang dilaksanakan oleh Kemenag pusat, “ kata Kamad MAN IC Palu, Hj. Mardiati Rosmah.
Menurutnya, tahun lalu SNMB di MAN IC itu sebanyak 788 pendaftar. Diterima dan lulus seleksi 120 murid baru.
Pada tahun ajaran ini, di 2026-2027 pihak MAN IC merubah pola, dengan mengundang seluruh pimpinan M.Ts dan operator EMIS M.Ts se Sulteng untuk menghadiri undangan dari MAN IC Palu.
“Tahun ajaran ini kami merubah sistem. Tahun ini kami mendatangkan mereka ke Palu, “ ucapnya.
Oleh karena itu dilakukanlah beberapa hal yang harus di evaluasi.
“Mengapa kami mengundang operator EMIS di sini? Karena tanpa kalian maka kami tidak akan mendapatkan data yang valid, akurat dan terbaik, “ tandas Mardiati Rosmah.
Seperti tahun lalu melakukan assesmen hingga mendapatkan 120 anak murid baru, merupakan hasil seleksi yang ketat dan berkualitas.
“Kami berharap pada tahun ini, akan ada peningkatan para pendaftar. Mari kita bersinergi dengan seluruh kepala madrasah di daerah kita, “ tegasnya lagi.
Sementara itu, dalam arahan di pembukaan kegiatan optimalisasi operator EMIS, Kakanwil Kemenag Sulteng Dr. H. Junaidin Abdullah, mengatakan, kegiatan optimalisasi untuk para operator merupakan kegiatan yang sangat penting dan strategis.
“MAN Insan Cendekia di bawah naungan Kementerian Agama RI merupakan madrasah unggulan dalam mengelola pendidikan, sekaligus melakukan seleksi untuk mendapatkan murid baru setiap tahunnya, “ tutur Kakanwil.
Dijelaskan Kakanwil, MAN IC adalah kewenangan Kemenag pusat. Kualitasnya semakin meningkat, sebagai suatu keberhasilan bagi jajaran MAN IC Palu.
“Karena itu, kedepan, bila perlu saya akan melakukan pendampingan, kendati kami turun langsung ke kabupaten dan kota yang ada di Sulawesi Tengah ini, “ sebut Kakanwil.
Kakanwil Junaidin kembali memaparkan, EMIS 4.0 adalah orang-orang terdepan untuk membersamai kita semua di keluarga besar Kemenag. Saat ini di sektor operator ada transformasi digital. Kita harus mampu menyesuaikan dan beradaptasi di setiap perkembangnban teknologi informasi.
“Saya optimis. Banyak indikator yang bisa kita ambil dan dapatkan. Ada study banding dari sini. Bisa membangun komunikasi misalnya dangan Madrasah Al-Azhar yang sudah unggul itu. Karena secara institusi kita MAN IC mempunyai modal kekuatan yaitu dari pemerintah, “ serunya.
Olehnya, Kakanwil mengajak, seluruh jajaran M.Ts harus kerja kolektif. Tidak bisa jalan sendiri. Harus bersama-sama.
Bekerja secara berjamaah. Bukan menonjolkan ego masing-masing. Tetapi kita harus berkolaborasi.
“Operator itu sangat penting bagi madrasah. Operator adalah jantungnya madrasah. Tingkatkan kapasitas kita. Kapasitas seorang operator itu harus mumpuni. Serta, mampu menyesuaikan diri dengan teknologi informasi yang perkembangannya sangat cepat, “ pungkas Kakanwil.(mch)
Editor : Muchsin Siradjudin