RADAR PALU - Gangguan cuaca buruk melanda wilayah Kota Palu dan sekitarnya pada Kamis pagi (8/1/2026), berdampak langsung pada operasional penerbangan di Bandara Internasional Mutiara Sis Al Jufri Palu. Dilaporkan jarak pandang (visibility) berkisar di 3.000 meter yang tidak memungkinkan pesawat untuk landing dengan kondisi cuaca hujan dan angin kencang.
Akibatnya tiga pesawat komersial tujuan Palu gagal melakukan pendaratan, setelah melakukan holding selama hampir satu jam, sebelum akhirnya dialihkan (divert) ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan.
Berdasarkan pantauan Flightradar24, ketiga pesawat tersebut masing-masing adalah Citilink QG324, Garuda Indonesia GA622, dan Batik Air ID6560, seluruhnya berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK) Jakarta dengan tujuan Palu (PLW).
Pesawat Citilink QG324 menggunakan Airbus A320-214 registrasi PK-GQK tercatat berangkat pukul 03.52 WIB. Saat mendekati Palu, pesawat melakukan holding di atas Teluk Palu pada ketinggian rendah sebelum akhirnya berbelok ke arah barat menuju Balikpapan.
Hal serupa dialami Garuda Indonesia GA622 dengan armada Boeing 737-8SA registrasi PK-GUH yang berangkat pukul 04.06 WIB. Pesawat ini sempat menuruni ketinggian hingga sekitar 24 ribu kaki, namun kembali naik dan bertahan di udara sebelum akhirnya memutuskan divert.
Sementara itu, Batik Air ID6560 menggunakan Boeing 737-8GP registrasi PK-LBW terpantau melakukan holding cukup lama di wilayah udara Selat Makassar dan Sulawesi Tengah. Pesawat ini juga gagal mendarat di Palu dan akhirnya dialihkan ke Balikpapan setelah hampir satu jam berputar di udara.
Gangguan penerbangan tersebut sejalan dengan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Mutiara SIS Al-Jufri Palu.
Dalam rilis resmi BMKG, wilayah Sulawesi Tengah, termasuk Kota Palu, berada dalam status peringatan dini hujan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai kilat/petir dan angin kencang.
BMKG mencatat, peringatan dini cuaca berlaku pada Kamis, 8 Januari 2026, dengan dua periode waktu, yakni pukul 04.27–06.26 WITA dan berlanjut 06.17–08.30 WITA. Pada rentang waktu tersebut, sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah masuk kategori wilayah peringatan dini dan wilayah potensi meluas.
Kondisi cuaca inilah yang diduga kuat memengaruhi jarak pandang, arah dan kecepatan angin, serta keselamatan pendaratan pesawat di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu.
Dalam dunia aviasi, keputusan pilot untuk melakukan go around hingga pengalihan penerbangan merupakan prosedur keselamatan standar demi menghindari risiko saat pendaratan di tengah cuaca ekstrem.(acm)
Editor : Mugni Supardi