RADAR PALU – Di balik gemilangnya potensi megalit, Sulawesi Tengah menghadapi tantangan serius dalam Indeks Pemajuan Kebudayaan (IPK).
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah 18, Andriani mengungkapkan fakta bahwa IPK Sulteng masih menduduki peringkat kedua dari bawah secara nasional.
Laporan ini disampaikan langsung kepada Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (Menbud RI) Fadli Zon dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido, serta jajaran pemerintah daerah, seniman, dan akademisi di Sulawesi Tengah, Selasa (30/12/2025).
"Sayangnya ini pahit-pahitnya, Ibu saya sampaikan, Indeks Pemajuan Kebudayaan Sulawesi Tengah nomor dua, Bu dari bawah, ungkap Andriani sembari tertawa getir saat membacakan laporan kepada Menkub Fadli dan Wagub Reny.
“Oleh karena itu, kita butuh arahan Pak Menteri untuk mencari solusi strategis," pintanya.
Meski demikian, Andriani mengakui gairah komunitas seni di Sulteng tergolong tinggi. Ia melaporkan bahwa fasilitasi bidang kebudayaan yang disalurkan BPK 18 terserap maksimal.
"Kami mendapatkan fasilitasi cukup besar, 2,9 miliar dan itu semua terserap. Bahkan untuk ABT kami mendapat 1,3 miliar, ada 140 komunitas yang mendaftar namun kami hanya bisa menyalurkan untuk 60 komunitas," jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan bahwa kementeriannya kini memiliki struktur yang lebih fokus, termasuk Direktorat Jenderal Diplomasi Budaya dan Promosi. Ia meminta museum-museum di daerah, termasuk Museum Provinsi Sulteng untuk berbenah.
"Museum itu etalase peradaban, bukan yang paling belakang. Harus bagus tata pamernya. Ke depan, bisnis yang paling besar adalah bisnis budaya. Aset-aset kita yang begitu banyak ini harus mulai dikelola secara modern," pesan Fadli Zon. (cr1)
Editor : Talib