RADAR PALU - Ketua DPW PKS Sulawesi Tengah, Muhammad Wahyuddin, mengungkapkan pihaknya telah berhasil menggalang donasi kemanusiaan sebesar Rp 100 juta untuk membantu korban banjir di Malalak Timur, Sumatera Barat (Sumbar).
Donasi tersebut merupakan wujud kepedulian dan rasa kemanusiaan kader serta simpatisan PKS Sulteng terhadap warga yang terdampak bencana alam.
“Ini murni gerakan kemanusiaan. Kami ingin hadir membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujar Muh Wahyuddin, kepada wartawan, Kamis (18/12/2025).
Ia menegaskan, aksi solidaritas tidak berhenti pada penggalangan dana tahap pertama.
Ke depan, DPW PKS Sulteng akan kembali membuka donasi lanjutan sekaligus menyiapkan pengiriman relawan tahap kedua ke lokasi bencana.
Langkah ini dilakukan agar bantuan yang diberikan lebih berkelanjutan dan tepat sasaran.
Dalam misi kemanusiaan tersebut, DPW PKS Sulteng telah mengirim tiga relawan ke Sumatera Barat. Mereka berangkat demi misi kemanusiaan, berdasarkan Surat Tugas Nomor 045/D/TGS/AT-PKS/XII/2025.
Mereka adalah Kepala Bidang Ketenagakerjaan DPW PKS Sulteng Takwin, anggota Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Sulteng Hj. Fatimah Lasawedi, dan Kepala Bidang Komunikasi Digital (Komdigi) DPW PKS Sulteng Abd Hanif Ibnu Jaiz.
Muh Wahyuddin mengapresiasi dedikasi para relawan yang telah menjalankan tugasnya dengan baik di lapangan.
Menurutnya, kehadiran relawan PKS bukan hanya membawa bantuan materi, tetapi juga dukungan moral bagi para korban banjir di Malalak Timur.
“Semoga bantuan ini meringankan beban korban dan menjadi ladang amal bagi semua pihak yang terlibat,” cetusnya.
Diungkapkannya, PKS Sulteng telah berhasil mengumpulkan donasi membantu bencana Sumatera Barat dan Aceh berasal dari pejabat publik PKS Sulawesi Tengah, termasuk Wakil Bupati dan anggota DPRD se Sulawesi Tengah.
Ditambah donasi kader, masyarakat umum, serta organisasi nonpartai yang mempercayakan penyalurannya kepada PKS.
Diungkapkan Kabid Komdigi DPW PKS Sulteng, Abd Hanif, saat berada di lokasi bencana ditempatkan Posko Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, setelah berkoordinasi dengan Fraksi PKS DPRD Sumbar dan pengelola Posko setempat.
Selain tiga relawan ini, ada juga relawan mandiri yang ditugaskan memberikan bantuan ke Aceh, berasal dari DPD PKS Kota Palu yaitu Nurkholis Nur dan Juli Kurniawan.
Di lokasi bencana, relawan PKS Sulteng terlibat langsung dalam pengelolaan dapur umum, penyaluran bantuan tunai dan sembako, pembersihan rumah ibadah dan fasilitas umum, hingga kegiatan trauma healing serta tausiah bagi para penyintas.
Relawan juga dipercaya menyalurkan bantuan ke sektor pendidikan, termasuk madrasah dan sekolah yang terdampak banjir.
“Selain bantuan logistik dan tunai, relawan juga melakukan gotong royong membersihkan masjid, mendampingi warga, serta menyalurkan donasi titipan dari berbagai pihak, termasuk individu dan organisasi yang tidak memiliki afiliasi dengan PKS,” jelas Hanif.
Terkait penugasan relawan, Wahyuddin menjelaskan bahwa penempatan lokasi ditentukan oleh DPP PKS melalui Satgas Kebencanaan berdasarkan laporan kebutuhan dari DPW setempat.
Penempatan tersebut mempertimbangkan efektivitas penanganan, kondisi lapangan, serta koordinasi lintas daerah.
“Relawan mandiri tetap wajib berkoordinasi sebelum berangkat dan setibanya di lokasi langsung bergabung dengan posko utama. Sementara relawan resmi bekerja dalam satu komando dan manajemen kebencanaan PKS,” pungkasnya.
Sementara itu Takwin selaku Kepala Bidang Ketenagakerjaan DPW PKS Sulteng, memberikan masukan jika masyarakat Sulawesi Tengah ingin membantu warga Sumatra Barat, Sumatra Utara dan Aceh baiknya uang tunai saja.
Sesuai pengalaman di lapangan, khususnya di daerah Malalak, bantuan semacam pakaian, makanan, obat-obatan, popok bayi sudah melimpah di posko-posko bencana.
“Jika masih ada warga Sulawesi Tengah yang ingin memberikan bantuan, mungkin lebih baik dalam bentuk uang tunai saja,” tutur Takwin.(*/mch)
Editor : Muchsin Siradjudin