Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Darat dan Laut Disatukan, Sulteng Siapkan Arah Pembangunan Berkelanjutan

Muhammad Awaludin • Kamis, 18 Desember 2025 | 13:40 WIB
Konsultasi publik masterplan PADAGIMO menjadi forum kolaborasi pemerintah, akademisi, dan masyarakat di Sulawesi Tengah.
Konsultasi publik masterplan PADAGIMO menjadi forum kolaborasi pemerintah, akademisi, dan masyarakat di Sulawesi Tengah.

RADAR PALU – Upaya menyatukan pengelolaan darat dan laut sebagai satu kesatuan ekosistem mulai dirumuskan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Konsultasi Publik Penyusunan Masterplan Pengelolaan Darat dan Laut Terintegrasi Regional PADAGIMO menjadi langkah awal menuju pembangunan yang lebih berkelanjutan.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Novalina, mewakili Gubernur Sulawesi Tengah, menyampaikan bahwa masterplan ini bukan sekadar dokumen teknis, melainkan peta jalan pembangunan masa depan Sulawesi Tengah.

“Bentang alam Sulawesi Tengah sangat kaya, tetapi juga rentan. Kita perlu perencanaan yang menyatukan hulu hingga hilir agar pembangunan tidak merusak sumber kehidupan masyarakat,” kata Novalina. 

Sulawesi Tengah dikenal sebagai salah satu provinsi dengan keanekaragaman hayati tertinggi di Indonesia. Wilayah hutan yang luas, sungai besar, pesisir, pulau-pulau kecil, serta akses strategis ke Teluk Tomini dan Selat Makassar menjadi kekuatan sekaligus tantangan dalam pengelolaan ruang.

Alih fungsi lahan di wilayah hulu, degradasi pesisir, hingga meningkatnya bencana akibat perubahan iklim menjadi persoalan yang membutuhkan pendekatan lintas sektor. Masterplan PADAGIMO hadir untuk menjawab tantangan tersebut melalui pendekatan terintegrasi darat dan laut.

Novalina menegaskan, masterplan ini akan ditindaklanjuti dengan rencana aksi konkret, termasuk melalui musyawarah perencanaan pembangunan khusus agar implementasinya sejalan dengan kebutuhan daerah.

“Kami ingin dokumen ini inklusif, berbasis data, dan bisa dilaksanakan. Masukan dari akademisi, masyarakat, dan dunia usaha menjadi bagian penting dari proses ini,” ujarnya. 

Peneliti CIFOR–ICRAF Indonesia Feri Johana menilai pendekatan yang digunakan dalam Proyek SOLUSI sebagai model baru perencanaan pembangunan. Pendekatan ini menghubungkan aspek ekologis dan sosial dalam satu sistem yang saling terkait.

“Perencanaan terintegrasi darat dan laut penting untuk menjaga kesehatan ekosistem dan keberlanjutan kehidupan generasi mendatang,” kata Feri.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya menjadikan masterplan PADAGIMO sebagai rujukan resmi dalam penyusunan kebijakan daerah, sekaligus mendorong ekonomi hijau dan biru tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Sulteng Berkelanjutan #Ekonomi Hijau Biru #PADAGIMO #Pengelolaan Ekosistem #solusi