RADAR PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) mengambil langkah cepat membantu korban bencana alam di Sumatra yang hingga kini menelan 990 korban jiwa, dengan jumlah pengungsi terbanyak berada di Provinsi Aceh.
Sebagai bentuk solidaritas antardaerah, Pemprov Sulteng telah mengalokasikan bantuan dana sebesar Rp1 miliar untuk membantu penanganan dampak bencana di wilayah terdampak.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Sulawesi Tengah, Rudi Dewanto, saat dihubungi Radar Palu (Jawa Pos Group), Sabtu (13/12/2025), membenarkan langkah tersebut.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sudah mengalokasikan bantuan dana untuk bencana di Sumatra total sebesar Rp1 miliar,” ujar Rudi Dewanto.
Ia menjelaskan, dari tiga provinsi di Sumatra yang menjadi sasaran bantuan, dua provinsi telah menyampaikan nomor Rekening Kas Daerah, masing-masing Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Sumatera Utara.
“Dua provinsi di Sumatra, yakni Sumbar dan Sumut, sudah memberikan nomor Rekening Kas Daerahnya. Satu provinsi lagi, yaitu Aceh, masih menunggu penyampaian nomor rekening,” jelasnya.
Rudi menambahkan, untuk dua provinsi yang telah melengkapi administrasi, proses pencairan bantuan sudah dilakukan oleh Pemprov Sulawesi Tengah.
“Untuk dua provinsi yang sudah ada nomor rekening pemdanya, minggu lalu sudah terbit SP2D atau Surat Perintah Pencairan Dana dari Pemda Provinsi Sulawesi Tengah,” ungkapnya.
Langkah Pemprov Sulteng ini menjadi bagian dari respons cepat pemerintah daerah dalam menghadapi bencana nasional, sekaligus wujud kepedulian dan empati terhadap daerah yang sedang menghadapi krisis kemanusiaan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bencana alam di sejumlah wilayah Sumatra menyebabkan ratusan korban jiwa dan ribuan warga mengungsi, dengan kondisi terparah terjadi di Aceh yang hingga kini masih membutuhkan dukungan logistik dan pemulihan infrastruktur.
Pemprov Sulteng memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah penerima bantuan, termasuk Aceh, agar bantuan yang dialokasikan dapat segera disalurkan dan dimanfaatkan secara optimal bagi masyarakat terdampak.*
Editor : Muhammad Awaludin