Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Tahun 2025 PMK Tolitoli Tangani 13 Kebakaran, 74 Aksi Penyelamatan, Tetap Berprestasi di Tengah Keterbatasan SDM dan Sarana

Muchsin Siradjudin • Kamis, 11 Desember 2025 | 17:05 WIB
Kasmir (FOTO: AHMAD HAMDANI/RADAR PALU).
Kasmir (FOTO: AHMAD HAMDANI/RADAR PALU).

RADAR PALU – Di tengah keterbatasan personel dan sarana prasarana yang jauh dari standar ideal, Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PMK) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tolitoli, masih tetap tangguh di lapangan.

Buktinya, hingga di penghujung tahun 2025, Bidang Pemamdam Kebakaran dan Penyelamatan mencatat, telah menangani 13 peristiwa kebakaran sejak Januari hingga Desember, itu belum termasuk 74 aksi penyelamatan di tengah lingkungan masyarakat.

Yang lebih membanggakan lagi Bidang PMK dan Penyelamatan Tolitoli kerap meraih prestasi membanggakan di beberapa ajang kompetisi skill penanganan kebakaran di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Tolitoli, Kasmir SH menjelaskan, prestasi ini menjadi bukti semangat dan totalitas personel yang tinggi. Namun, ia juga menyoroti ironi di balik prestasi yang dicapai.

"Untuk meng-upgrade SDM yang ada, kami masih mengandalkan pelatihan internal, otodikdak, latihan fisik sendiri, namun masih bisa meraih prestasi, juara 1 atau juara 2 di tingkat provinsi. Sementara, daerah lain jam terbangnya mengikuti pelatihan di Jakarta dan Bogor," ungkap Kasmir, Rabu (10/12/2025).

Lanjut dia, di sepanjang tahun 2025, PMK Tolitoli telah menangani 13 kasus kebakaran dan 74 aksi penyelamatan berisiko tinggi, evakuasi warga korban bencana banjir, penyelamatan satwa berbahaya hingga pencegahan percobaan bunuh diri.

Namun, pengorbanan personel perlu diimbangi dengan kesejahteraan yang memadai, salah satunya tentang Tunjangan Risiko.

"Soal tunjangan risiko, PMK Tolitoli masih mengandalkan gaji pokok, sedangkan daerah lain di Sulteng mendapat Tunjang Risiko," ungkap Kasmir.

Hal ini menjadi perhatian serius, mengingat tingginya risiko pekerjaan. Kasmir bahkan menyebutkan, beberapa insiden fatal pernah dialami petugas Damkar Tolitoli, seperti jatuh dari mobil pemadam dan meninggal dunia, tersengat listrik saat bertugas, dan insiden lainnya yang jarang diketahui banyak orang.

"Harapan kami, ya pemerintah daerah lebih memperhatikan tenaga Damkar untuk mendapatkan tunjangan risiko, karena itu juga diatur dalam UU," tambahnya.

Selain kesejahteraan, PMK Tolitoli juga menghadapi kendala pada peralatan vital. Unit pemadam membutuhkan perhatian, terutama pada selang pemadam kebakaran.

"Sarana prasarana unit pemadam juga butuh perhatian terutama selang pemadam kebakaran yang jarak tembaknya hanya mencapai 300 meter saja, sementara standarnya 800 hingga 900 meter," jelas Kasmir.

Dengan keterbatasan ini, ditambah fakta bahwa PMK hanya didukung 46 personel dengan standar terendah se-Sulteng, dengan 70 persen berasal dari P3K, serta hanya memiliki 3 unit Damkar di seluruh wilayah yakni 2 unit di ibukota kabupaten, dan rencananya 1 unit akan disiagakan di Kecamatan Dampal Selatan sebagai upaya untuk menjawab permintaan jangkauan pelayanan di wilayah jauh dan padat pemukiman.

Kasmir memastikan, usulan pengadaan selang dan penambahan personel terus diajukan kepada pemerintah daerah.(dni)

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#PMK Tolitoli #Aksi penyelamatan #Tetap berprestasi di tengah keterbatasan #Tahun 2025