Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

UMKM Sulteng Didorong Masuk Rantai Pasok Industri, Business Matching PABETA 2025 Jadi Terobosan Baru

Wahono. • Rabu, 10 Desember 2025 | 19:59 WIB
Para peserta UMKM terpilih program Inkubasi PABETA 2025 berfoto bersama usai pelaksanaan Business Matching, sebagai penanda komitmen bersama mendorong produk lokal masuk ke rantai pasok industri
Para peserta UMKM terpilih program Inkubasi PABETA 2025 berfoto bersama usai pelaksanaan Business Matching, sebagai penanda komitmen bersama mendorong produk lokal masuk ke rantai pasok industri

RADAR PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus memperkuat strategi pemberdayaan ekonomi melalui gelaran Business Matching PABETA 2025, yang digelar pada 6 September 2025. Kegiatan ini menjadi upaya sistematis untuk mempercepat masuknya pelaku UMKM ke rantai pasok industri modern, dengan melibatkan perbankan, retail besar, hotel, restoran, hingga lembaga regulator.

 

Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah tercatat mencapai 9,89 persen pada 2024, menurut data BPS. Namun, geliat tersebut belum dirasakan merata, terutama bagi lebih dari 700 ribu UMKM yang masih bergelut dengan kendala permodalan, akses pasar, dan kemitraan industri.

 

Melihat kondisi itu, Business Matching PABETA hadir sebagai ruang temu antara UMKM terpilih dan calon mitra industri.

 

Ketua Pelaksana PABETA, Irfan, mengatakan tahun ini terdapat 150 UMKM pendaftar dari seluruh daerah di Sulteng.

 

 

Setelah melalui tahapan seleksi administrasi, uji kelayakan produk, serta wawancara, hanya 25 UMKM yang dinyatakan lolos untuk mengikuti inkubasi selama empat bulan. Mereka berasal dari sektor kuliner, fashion, kriya, dan agro-olahan.

 

“Seluruh peserta sudah mendapatkan pelatihan teknis, coaching clinic, hingga pendampingan intensif. Business Matching hari ini menjadi ujian kesiapan mereka di hadapan mitra potensial,” ujar Irfan.

 

Sekretaris Provinsi Sulteng, Novalina, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak boleh meninggalkan UMKM.

 

Ia menilai Business Matching menjadi jembatan penting bagi produk lokal untuk bisa masuk retail modern, jaringan hotel, restoran, hingga pembeli industri.

 

Sementara itu, Kepala OJK Sulawesi Tengah menyoroti pentingnya UMKM masuk dalam ekosistem keuangan modern, mulai dari pencatatan digital hingga akses pembiayaan yang lebih terstruktur.

 

Ia menilai PABETA sebagai contoh kolaborasi yang mampu meningkatkan kapasitas sekaligus memperluas peluang UMKM lokal.

Editor : Wahono.
#industri #OJK #umkm #Business