RADAR PALU - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Banggai menggelar bimbingan teknis (Bimtek) pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) bagi para penyuluh dan petani komoditas perkebunan, Senin (08/12/2025).
Kegiatan yang berlangsung di salah hotel di Kota Luwuk ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi ancaman OPT yang berpotensi menurunkan produktivitas tanaman perkebunan, seperti kakao, kelapa, dan cengkeh, tiga komoditas utama yang banyak diusahakan masyarakat Banggai.
Sekertaris Dinas TPHP Kabupaten Banggai, Hendra Cakra dalam sambutannya mengatakan bahwa pengendalian OPT tidak hanya memerlukan ketelitian di lapangan, tetapi juga pendekatan terpadu dan berbasis data.
Melalui bimtek ini, pihaknya berharap para peserta dapat memahami teknik identifikasi gejala serangan, metode pengendalian hayati, hingga strategi pemantauan intensif di wilayah masing-masing.
“Pengendalian OPT yang efektif sangat menentukan kualitas dan kuantitas produksi perkebunan kita. Karena itu SDM harus diperkuat, dan bimtek ini menjadi langkah memperkuat kapasitas petani serta penyuluh di Banggai,” ujarnya.
Narasumber dalam kegiatan ini juga membahas perkembangan hama dan penyakit tanaman terkini, termasuk ancaman siklus serangan pada musim kemarau panjang maupun kondisi cuaca ekstrem.
Para peserta juga mendapat praktik lapangan mengenai teknik pengamatan dini, penggunaan pestisida yang tepat dan aman, serta penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT).
Salah satu peserta mengaku kegiatan ini memberi wawasan baru dalam mendeteksi serangan sejak dini, terutama pada tanaman kakao yang sering terdampak oleh hama penggerek buah dan penyakit jamur.
Dinas TPHP Banggai menegaskan akan terus mendorong pelaksanaan bimtek serupa di berbagai kecamatan, mengingat perlunya peningkatan kapasitas petani untuk menjaga ketahanan komoditas perkebunan daerah.
Dengan kegiatan ini, pemerintah daerah berharap produktivitas perkebunan di Kabupaten Banggai dapat terus meningkat serta mampu menjaga stabilitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor tersebut.(ndr)
Editor : Muchsin Siradjudin