RADAR PALU - Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah resmi menyerahkan donasi hasil pemotongan gaji para anggotanya untuk membantu korban bencana alam di Sumatera. Penyerahan dipimpin langsung Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng, Hj. Wiwik Jumatul Rofiah, dan dihadiri Ketua DPW PKS Sulteng ustadz Muhammad Wahyuddin, serta Sekretaris Fraksi PKS DPRD Sulteng Asrullah.
Dalam sambutannya, Bunda Wiwik menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar bantuan materi, tetapi bentuk nyata tanggung jawab moral dan politik.
“Ini bagian dari edukasi politik kepada masyarakat. Amanah harus dijalankan sebaik-baiknya, termasuk dalam urusan kemanusiaan,” ujarnya.
Ketua DPW PKS Muhammad Wahyuddin menambahkan, bahwa PKS telah membentuk Tim Tanggap Bencana untuk memastikan bantuan tersalurkan cepat dan tepat sasaran. Ia menyebut kepedulian adalah identitas perjuangan PKS.
Sementara itu, Sekretaris Fraksi PKS DPRD Sulteng Asrullah menegaskan bahwa seluruh anggota fraksi sepakat pemotongan gaji merupakan komitmen bersama.
“Ini bentuk solidaritas kami. Bencana di Sumatera adalah duka kita semua.”
Aksi kemanusiaan ini diharapkan dapat menginspirasi lembaga dan masyarakat luas untuk terus peduli pada saudara-saudara di wilayah bencana. PKS menegaskan bantuan akan terus digalakkan selama dibutuhkan.
Terkait bantuan kebencanaan, pemotongan gaji bagi pejabat publik PKS itu dimulai dari terjadinya bencana Aceh pada tahun 2004 yang lalu.
“Hingga sekarang, tradisi pemotongan gaji dilakukan PKS. Dampaknya luar baisa dan sangat terasa., Terjadi kenaikan kursi elektoral di masih-masing daerah. Salah satu contohnya di Papua, karena sering menyalurkan bantuan dengan aksi kepeduliannya sudah ada tokoh politik dari PKS, baik kepala daerahnya maupun pimpinan dan ketua DPRD nya, “ beber Wahyuddin.
Dikesempatan penyerahan simbolis pemotongan gaji, Ketua DPW PKS ustad Wahyuddin merespon positif ikatan kerja sama publikasi, yang dilakukan fraksi PKS DPRD Sulteng dengan media sangat penting. Kerja sama ini sangat didukung oleh DPP KPS.
Tak lupa menjelaskan, persepsi politik nasional dan perkembangannya saat ini. Semua kader dan simpatisan PKS harus meningkatkan kinerja pelayanannya.
Mengingat politik saat ini adalah politik prosedural, dengan praktiknya pertama politik berbiaya tinggi. Kedua, oligarki. Ketiga, politik saling menyandra.
“Solusinya adalah komunikasi politik atau pendidikan politik. Ikhtiar kita adalah kualitas politik kita semakin baik. Dengan cara mendedikasiksn untuk menjadi pelayan rakyat, "pungkas Wahyuddin.(mch)
Editor : Muchsin Siradjudin