Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Pemkab Sigi Konsolidasi Penguatan Data dan Kesadaran Lingkungan Lewat IKLH 2025

Muchsin Siradjudin • Kamis, 4 Desember 2025 | 17:08 WIB
ARAHAN: Wabup Sigi, Samuel Yansen Pongi saat memberikan arahan kepada pengelola lingkungan hidup di Kabupaten Sigi.(FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU).
ARAHAN: Wabup Sigi, Samuel Yansen Pongi saat memberikan arahan kepada pengelola lingkungan hidup di Kabupaten Sigi.(FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU).

RADAR PALU – Pemerintah Kabupaten Sigi terus memperkuat upaya pengelolaan lingkungan hidup melalui pelaksanaan Sosialisasi Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Tahun 2025.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penjelasan teknis indikator, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan kualitas data lingkungan di seluruh wilayah Sigi.

Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Tahun 2025 yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati Sigi.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sigi, Camat Palolo, Camat Lindu, serta para kepala desa.

Para pemangku kepentingan dari berbagai wilayah hadir untuk menyatukan komitmen menjaga kelestarian lingkungan Sigi yang dikenal dengan kekayaan alam dan kawasan pegunungannya.

Sosialisasi IKLH 2025 digelar sebagai upaya memperkenalkan konsep dan pentingnya Indeks Kualitas Lingkungan Hidup kepada seluruh pemangku kepentingan.

Melalui kegiatan ini, pemerintah ingin memastikan bahwa masyarakat memahami peran penting kualitas lingkungan dalam kehidupan sehari-hari mulai dari air bersih, udara sehat, hingga keseimbangan ekosistem.

Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi dalam arahannya menegaskan bahwa menjaga kualitas lingkungan adalah pondasi dari pembangunan daerah yang berkelanjutan. Menurutnya, berbagai potensi Sigi pertanian, air, kawasan wisata, hingga sumber daya alam sangat bergantung pada kondisi lingkungan yang terjaga.

"Kualitas lingkungan hidup menentukan kualitas hidup kita. Sigi harus dibangun dengan prinsip ramah lingkungan, kuat menghadapi bencana, dan bijak dalam memanfaatkan sumber daya alam," tegasnya saat dikonfirmasi Kamis (4/12/2025).

Ia juga menekankan bahwa langkah ini bukan hanya tentang kebijakan pemerintah, tetapi tentang kesadaran bersama. Perubahan perilaku masyarakat seperti mengurangi sampah, menjaga kebersihan desa, serta tidak merusak hutan menjadi bagian penting dari peningkatan kualitas lingkungan di Sigi.

"Menjaga lingkungan bukan pekerjaan sesaat, tetapi kerja bertahun-tahun yang harus dilakukan bersama. Saya berharap melalui sosialisasi ini, kesadaran masyarakat semakin tumbuh dan Sigi ke depan semakin hijau dan sehat," tambahnya.

Sementara itu, para peserta sosialisasi menyambut baik kegiatan ini, terutama karena memberikan pemahaman baru tentang bagaimana IKLH dapat dijadikan alat ukur untuk merumuskan kebijakan lingkungan yang lebih efektif.

Kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan dianggap menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan Sigi.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Sigi berharap kualitas lingkungan hidup di seluruh kecamatan dapat meningkat secara bertahap, sehingga memberi rasa aman, nyaman, dan masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.(gel)

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Alat ukur merumuskan kebijakan #Pemkab Sigi #Konsolidasi penguatan data #Kesadaran lingkungan IKLH 2025