RADAR PALU – Fikram, seorang pedagang ayam potong di Pasar Inpres Palu, Sulawesi Tengah, menyampaikan harapannya agar dapat turut berkontribusi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah.
Dengan sertifikat pemotongan dari Kementerian Agama, ia memastikan daging ayam yang dipasoknya memenuhi standar kualitas dan kehalalan.
“Saya sudah memiliki sertifikat pemotongan dari Kementerian Agama, jadi kualitas dan kehalalan daging ayam yang saya suplai tidak perlu diragukan lagi. Kami berharap bisa mendapat giliran untuk berkontribusi dalam program MBG,” ujar Fikram, Rabu (3/12/2025).
Fikram mengungkapkan bahwa sejumlah pedagang ayam potong di Pasar Inpres sudah lebih dulu dilibatkan sebagai pemasok dalam program tersebut.
Melihat peluang itu, ia berharap pemerintah dapat memberikan kesempatan yang sama kepadanya untuk mendukung penyediaan bahan pangan bergizi bagi pelajar.
“Beberapa rekan pedagang sudah dilibatkan dalam penyediaan daging ayam untuk MBG, dan saya berharap bisa segera mendapat giliran. Ini akan menjadi peluang besar bagi saya untuk berkontribusi pada program pemerintah sekaligus mendukung usaha saya,” jelasnya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirancang pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi para pelajar. Pelibatan pedagang lokal dinilai penting agar kebutuhan pangan berkualitas dapat terpenuhi sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
Fikram menegaskan kesiapannya memasok daging ayam berkualitas, dengan menjaga kebersihan dan standar produk yang ia jual.
“Saya selalu berusaha menjaga kualitas dan kebersihan produk saya. Kalau diberi kesempatan terlibat dalam program MBG, saya yakin bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membantu perkembangan usaha kecil seperti kami,” tuturnya.
Para pedagang ayam potong di Pasar Inpres Palu berharap pemerintah terus memberi ruang bagi pelaku usaha lokal dalam program-program sosial, tidak hanya untuk meningkatkan gizi pelajar, tetapi juga untuk memperkuat perekonomian daerah.(gel)
Editor : Muchsin Siradjudin