Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Pemda Dorong Masjid Raya Baitul Khairaat jadi Tempat Wisata Religi di Sulteng

Nur Soima Ulfa • Minggu, 30 November 2025 | 18:04 WIB

Kepala Dinas Cikasda Sulteng, Andi Ruly Djanggola
Kepala Dinas Cikasda Sulteng, Andi Ruly Djanggola
RADAR PALU – Ribuan umat muslim di Sulawesi Tengah memadati pelaksanaan salat Jumat perdana di Masjid Raya Baitul Khairaat, Kota Palu, Jumat (28/11) lalu.

Masjid megah yang digadang-gadang menjadi ikon wisata religi Sulteng itu rencananya akan diresmikan pada 4 Desember 2025, bersamaan dengan tabligh akbar bersama Ustaz Abdul Somad.

Kepala Dinas Cikasda Sulteng, Andi Ruly Djanggola, yang ditemui usai salat Jumat mengatakan pihaknya sebagai OPD pengelola aset yang ditunjuk langsung oleh Gubernur Sulteng, mengingat betul pesan Menteri Agama saat melakukan kunjungan beberapa waktu lalu.

Menurut Ruly, Menag menekankan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, namun juga harus menjadi pusat kegiatan pendidikan dan ekonomi kreatif yang memberi manfaat bagi umat.

“Setelah peresmian dan tabligh akbar, akan digelar Festival Baitul Khairaat yang menjadi tanggung jawab Dinas Pariwisata Provinsi Sulteng. Festival tersebut dijadwalkan berlangsung pada 5–6 Desember,” ujarnya.

Dia menambahkan nantinya di festival UMKM makanan khas Sulteng, berbagai lomba seperti lomba azan dan lomba bernuansa keagamaan lainnya.

“Teman-teman Dinas Pariwisata juga menyiapkan agenda untuk saudara-saudara nonmuslim agar dapat berkunjung melihat kemegahan masjid ini,” jelas Ruly.

Festival itu ditargetkan masuk kalender agenda nasional, sebagaimana gelaran serupa di Aceh. Dan diharapkan mampu menjadi agenda rutin setiap tahun.

Masjid Raya Baitul Khairaat sendiri didesain untuk mendukung beragam aktivitas. Di dalamnya terdapat museum, perpustakaan, serta ruang-ruang pengajian yang menjadi bagian dari konsep wisata religi yang diusung.

Ke depan, sesuai arahan Gubernur Sulteng, pengelolaan masjid direncanakan didorong menjadi Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD).

“Tapi untuk satu tahun ini, kami masih diberi tanggung jawab penuh mengelola sampai kelembagaannya terbentuk,” kata Ruly.

Ia berharap masjid ini benar-benar menjadi masjid peradaban yang mampu mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif keumatan, sebagaimana harapan Menteri Agama. (win)

Editor : Nur Soima Ulfa
#Dinas Cikasda Sulteng #Masjid Raya Baitul Khairaat #Kepala Dinas Cikasda Sulteng Andi Ruly Djanggola