RADAR PALU - Tim Ekspedisi Patriot (TEP) dari Universitas Diponegoro (UNDIP) menyerahkan Album Peta Pengembangan Kawasan Transmigrasi Palolo kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, dalam Forum Kolaborasi bertema “Pengembangan Kawasan Transmigrasi Palolo Kabupaten Sigi” yang digelar pada Rabu (26/11/2025) di Aula Tadulako, UPT Pendidikan dan Pelatihan Pertanian, Desa Sidera.
Kegiatan ini merupakan puncak riset TEP yang melibatkan tiga perguruan tinggi: UNDIP, Universitas Indonesia (UI), dan IPB University. Forum dibuka langsung oleh Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, dan menghadirkan pemaparan hasil kajian dari masing-masing tim, dilanjutkan diskusi bersama para pemangku kepentingan.
Melalui ketua tim Dr. Sariffuddin, TEP Undip menyerahkan Album Peta sebagai salah satu keluaran utama riset bertajuk “Rekomendasi untuk Evaluasi Kawasan Transmigrasi Palolo”.
Penyerahan ini menjadi langkah penting dalam membangun model kolaborasi antara akademisi dan pemerintah daerah.
“Album Peta berisi peta-peta hasil kajian mengenai kondisi fisik alam, sarana dan infrastruktur, potensi kerawanan bencana, hasil pertanian, hingga jangkauan pelayanan dasar di kawasan transmigrasi Palolo,” jelas Rahma Maulida, anggota tim pemetaan.
Peta-peta tematik yang mendalam ini merupakan fokus utama luaran dari TEP UNDIP.
Data spasial yang akurat dan terperinci ini diharapkan dapat digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Sigi sebagai dasar ilmiah yang kuat dalam menyusun perencanaan tata ruang dan mengambil kebijakan yang lebih tepat sasaran di Kabupaten Sigi, khususnya untuk kawasan pengembangan transmigrasi Palolo.
Selain Undip, TEP UI memaparkan kajian sosial-ekonomi masyarakat transmigrasi, sedangkan TEP IPB menyampaikan rekomendasi pengembangan agribisnis berkelanjutan.
Ketiga tim ini memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi kawasan transmigrasi Palolo, baik dari aspek keruangan, sosial, maupun ekonomi.
Forum berlangsung interaktif dengan banyak masukan dari peserta, menjadikan kegiatan ini ruang dialog antara akademisi dan pemerintah daerah.
Forum ini sekaligus menandai berakhirnya riset TEP yang telah berjalan selama tiga bulan.
Dalam sambutannya, Bupati Mohamad Rizal Intjenae menegaskan bahwa Kabupaten Sigi kini menjadi bagian dari kawasan prioritas nasional, berkat kolaborasi intens antara Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi, dan pemerintah pusat.
Bupati menilai keberadaan Tim Ekspedisi Patriot selaras dengan lima tahapan pengembangan kawasan transmigrasi yang dicanangkan Kementerian Transmigrasi.
Kehadiran akademisi dinilai sangat membantu pemerintah daerah dalam menyediakan data yang valid sebagai acuan pembangunan.
Forum Kolaborasi TEP menjadi titik penting dalam upaya memperkuat pembangunan berbasis data di Kabupaten Sigi.
Penyerahan Album Peta dan rekomendasi lintas kampus menegaskan bahwa penelitian akademik dapat terhubung langsung dengan kebutuhan pemerintah daerah.
Dengan diterimanya data ilmiah ini, Pemkab Sigi diharapkan dapat mempercepat penyusunan rencana tata ruang, program pengembangan pertanian, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat transmigrasi, khususnya di Kawasan Transmigrasi Palolo.(gel)