Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Warga Sausu di Parigi Moutong Dinyatakan Positif Malaria, Usai Menjalani Pemeriksaan RDT Petugas Medis

Muchsin Siradjudin • Selasa, 25 November 2025 | 14:59 WIB
PEMERIKSAAN : Warga Desa Sausu Tambu menjalani pemeriksaan RDT di pantau langsung BPBD Parigi Moutong selaku satgas pada Senin (24/11/2025).(FOTO: ROY LASAKKA/RADAR PALU).
PEMERIKSAAN : Warga Desa Sausu Tambu menjalani pemeriksaan RDT di pantau langsung BPBD Parigi Moutong selaku satgas pada Senin (24/11/2025).(FOTO: ROY LASAKKA/RADAR PALU).

RADAR PALU – Kasus malaria di Desa Sausu Tambu, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, bertambah lagi.

Satu orang warga dinyatakan positif setelah dilakukan pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT).

Sekretaris Desa Sausu Tambu, I Gusti Wijaya, mengatakan ditemukannya satu orang warga positif malaria tersebut menambah daftar kasus dalam sepekan.

Sebelumnya, pada Jumat pekan kemarin, salah seorang warga pendatang yang tinggal sementara di Dusun 4 Desa Sausu Tambu dinyatakan positif malaria.

Sehingga, jumlah kasus malaria dalam sepekan terakhir telah bertambah menjadi dua.

Ia mengatakan, pemeriksaan RDT di Desa Sausu Tambu telah dimulai sejak Selasa pekan kemarin. Kegiatannya pemeriksaannya di fokuskan di Dusun 4.

Sebab, menurut dia kondisi lingkungan di Dusun 4 Desa Sausu Tambu masih kumuh. Terbukti, salah satu warga pendatang yang tinggal sementara di Dusun 4 tersebut terdeteksi positif malaria.

"Yang bersangkutan bekerja di tambang Tambarana. Setelah terdeteksi, yang bersangkutan langsung diarahkan melakukan pemeriksaan lanjutan di Puskesmas Sausu," ujar I Gusti Wijaya kepada Radar Palu saat mendampingi petugas medis melakukan RDT pada Senin (24/11/2025).

Ia mengatakan, sebagian besar warga Desa Sausu Tambu berprofesi sebagai petani dan nelayan. Namun, hanya dua orang saja dari warganya yang bekerja atau pernah bekerja di kawasan pertambangan.

"Apalagi, lokasi pertambangan di Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, sudah ditutup," katanya.

Menurutnya, Pemerintah Desa (Pemdes) Sausu Tambu menargetkan 80 persen warganya atau sebanyak 1.000 orang dari total 1.925 penduduk mengikuti pemeriksaan RDT.

"Kami targetkan jumlah itu tercapai untuk menjalani pemeriksaan malaria melalui RDT yang dilakukan petugas medis," ungkapnya.

Sementara itu, salah satu perawat di Puskesmas Sausu, Ni Gusti Ayu Wismasari, mengatakan sudah sekitar 500 warga telah menjalani pemeriksaan RDT hingga hari ini.

Sedangkan dua orang warga yang dinyatakan positif malaria ditemukan dalam kondisi sakit saat menjalani pemeriksaan.

Sedangkan dua orang warga yang dinyatakan positif malaria ditemukan dalam kondisi sakit saat menjalani pemeriksaan.

Namun, satu di antaranya telah dinyatakan sembuh, karena pada saat terdeteksi malaria langsung diarahkan melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke Puskesmas Sausu.

Satu orang lagi merupakan ibu rumah tangga. Kondisinya pada saat menjalani pemeriksaan RDT dalam keadaan demam.

Berkaitan dengan pemeriksaan RDT, kata dia, tercatat sebanyak 800 alat RDT yang dimiliki Puskesmas Sausu. Jumlah itu akan digunakan hingga 30 November 2025.

Tingkat partisipasi warga menurutnya masih sangat baik. Sebab, sebelumnya telah dilakukan sosialisasi dari rumah ke rumah oleh Bidan Desa di beberapa dusun.

"Sosialisasi yang dilakukan oleh Bidan Desa dari rumah ke rumah untuk memberikan edukasi tentang pentingnya pemeriksaan RDT. Syukurnya, warga semua menerima dan tidak menolak," pungkasnya.(roy)

 

 

 

 

 

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Kabupaten Parigi Moutong #Positif malaria #Usai menjalani pemeriksaan RDT #Warga Sausu