Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Lebih Pilih Ditinggalkan di Jalan, Medan Curam Dusun Tiga Waturalele Bikin Motor Warga Langganan 'Oversize'

Mugni Supardi • Jumat, 21 November 2025 | 10:49 WIB
MENYERAH : Sepeda motor milik warga tampak tergeletak di tepi jalur setapak berlumpur menuju Dusun Tiga Desa Waturalele, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, Rabu (19/11/2025).
MENYERAH : Sepeda motor milik warga tampak tergeletak di tepi jalur setapak berlumpur menuju Dusun Tiga Desa Waturalele, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, Rabu (19/11/2025).

RADAR PALU - Sebuah sepeda motor milik warga tampak tergeletak di tepi jalur setapak berlumpur menuju Dusun Tiga Desa Waturalele, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi. Dusun Tiga Desa Waturalele dihuni oleh lebih dari 100 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 300 jiwa. 

Kondisi medan yang terjal, licin, dan penuh kontur bebatuan membuat warga kerap memilih meninggalkan kendaraan mereka dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Jalur yang menghubungkan pemukiman warga ini dikenal ekstrem, terutama saat hujan.

Tanah yang bercampur lumpur menjadi sangat licin, sementara sebagian ruas jalan menanjak dengan kemiringan mencapai 30 hingga 40 derajat.

Pemandangan motor ditinggalkan begitu saja di pinggir jalan bukan hal baru bagi warga setempat.

Menurut pengakuan Andi, salah satu warga Dusun Tiga, medan tersebut bukan hanya menguras tenaga, tetapi juga mempercepat kerusakan kendaraan.

“Motor-motor di sini dalam setahun biasanya sudah harus di-oversize. Kalau menanjak, gas sudah ditarik penuh kadang masih tidak kuat naik,” ungkapnya.

Meski kondisi jalur ekstrem ini belum pernah menelan korban jiwa, namun insiden terjatuh hampir menjadi rutinitas warga, terutama bagi tenaga kesehatan yang sesekali datang berkunjung.

Sedangkan untuk tenaga pendidikan yang setiap minggu menempuh jalur tersebut untuk mengabdi di Dusun Tiga Desa Waturalele sudah sering terjatuh hingga trauma naik motor.

“Yang terjatuh itu banyak, apalagi tenaga kesehatan dan guru yang biasa melewati jalan ini. Tapi syukurnya selama ini belum ada korban sampai fatal, cuman pernah patah tulang, itu guru,” tambah Andi.

 

Warga berharap perhatian dari pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan infrastruktur dasar, mengingat jalur ini merupakan satu-satunya akses bagi masyarakat menuju dusun tersebut.(acm)

 

 

 

 

 

Editor : Mugni Supardi
#Dusun Tiga Sigi #Medan licin dan terjal Sigi #Motor ditinggalkan warga #Akses sulit Dolo Barat #Jalan ekstrem Waturalele #Infrastruktur Desa Waturalele