Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

BMKG Gelar SLI Perkuat Ketahanan Petani, Mampu Menghadapi Perubahan Iklim

Muksin Sirajuddin • Kamis, 20 November 2025 | 11:29 WIB
SEKOLAH LAPANG : BMKG) bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) menggelar Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik 2025 di Kabupaten Banggai. (FOTO: NENDRA PRASETYA/RADAR PALU)
SEKOLAH LAPANG : BMKG) bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) menggelar Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik 2025 di Kabupaten Banggai. (FOTO: NENDRA PRASETYA/RADAR PALU)

RADAR PALU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) menggelar Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik 2025 di Kabupaten Banggai. Program ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya petani, dalam menghadapi variabilitas iklim dan risiko bencana hidrometeorologi.

Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan kelompok tani, penyuluh pertanian, serta sejumlah perangkat desa. Para peserta dibekali pemahaman mengenai prakiraan musim, analisis curah hujan, pemanfaatan informasi iklim untuk penentuan masa tanam, hingga strategi adaptasi terhadap potensi kekeringan maupun banjir.

Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri BMKG, Asep Firman Ilahi dalam sambutannya menegaskan bahwa program SLI Tematik 2025 menjadi upaya konkret untuk menjembatani informasi iklim agar lebih mudah dipahami dan digunakan dalam pengambilan keputusan di sektor pertanian.

“Informasi iklim tidak hanya bersifat teknis, tetapi harus mampu diterjemahkan menjadi tindakan nyata di lapangan. SLI ini memastikan petani dapat meningkatkan produktivitas dengan memanfaatkan data iklim secara tepat,” ujarnya.

Pejabat BMKG tersebut menjelaskan bahwa perubahan iklim telah memengaruhi pola musim di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Sulawesi Tengah. Perubahan ini menyebabkan pergeseran awal musim tanam, meningkatnya risiko kekeringan, potensi banjir di musim penghujan, serta meningkatnya kejadian cuaca ekstrem.

“Melalui SLI, kami berusaha memperkecil jarak antara data iklim dengan kebutuhan masyarakat. Peserta dilatih bagaimana membaca peta curah hujan, memahami prakiraan musim, hingga menentukan strategi tanam yang sesuai kondisi iklim lokal. Dengan begitu, keputusan pertanian diharapkan lebih tepat dan adaptif,” ujarnya.

Peserta SLI dibimbing untuk melakukan pengamatan fenomena sehari-hari, seperti suhu, curah hujan, kelembapan, serta kondisi tanaman. Hasil pengamatan ini akan diintegrasikan dengan informasi dari BMKG agar petani memiliki dasar yang lebih kuat dalam mengambil keputusan.

Lebih jauh, BMKG menjelaskan bahwa SLI Tematik 2025 memiliki fokus khusus pada pemanfaatan informasi iklim untuk mendukung ketahanan pangan dan pengurangan risiko bencana hidrometeorologi.

Dalam beberapa tahun terakhir, dampak perubahan iklim telah meningkatkan kerentanan di sektor pertanian mulai dari penurunan hasil produksi hingga gagal panen.
“Oleh karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting agar petani bisa beradaptasi. Kami berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan yang meneruskan pengetahuan iklim kepada komunitasnya,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Wahana Visi Indonesia menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim.

WVI turut mendorong pendekatan partisipatif, di mana peserta diajak melakukan pengamatan lapangan, simulasi, dan diskusi mengenai kondisi iklim lokal di wilayah Banggai.

Para peserta mengaku antusias mengikuti pelatihan karena materi yang diberikan mudah dipahami dan langsung berkaitan dengan kondisi di lapangan. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat digelar secara berkala agar semakin banyak petani yang memahami cara membaca informasi iklim dan menerapkannya dalam praktik pertanian.

Dengan terselenggaranya Sekolah Lapang Iklim Tematik 2025, BMKG dan Wahana Visi Indonesia berharap masyarakat Banggai semakin siap menghadapi tantangan perubahan iklim serta mampu memanfaatkan informasi iklim sebagai dasar perencanaan pertanian yang lebih adaptif dan produktif.(ndr)



 

Editor : Muchsin Siradjudin
#tantangan perubahan iklim #Perkuat ketahanan petani #tepat dan adaptif #BMKG menggelar SLI