RADAR PALU – Menteri Transmigrasi RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, Kamis (20/11), meninjau lokasi rencana pembangunan Mes Patriot di Desa Oloboju, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi.
Kunjungan tersebut dilakukan bersama jajaran kementerian, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, serta Pemerintah Kabupaten Sigi.
Kepada awak media, Muhammad Iftitah menjelaskan bahwa Program Kampus Patriot merupakan tempat belajar bagi para penerima beasiswa S2 Patriot dari tujuh universitas terbaik di Indonesia, yakni Universitas Indonesia (UI), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Gadjah Mada (UGM), ITS, IPB, ITB, dan Unpad.
Baca Juga: Seru! Kaesang Sumbang Gol di Laga Silaturahmi Bersama Jurnalis Palu FC
“Ini masih rencana, belum pada tahap keputusan pembangunan Kampus Patriot. Nantinya mereka tidak akan menempuh pendidikan di kampus utama, melainkan di kawasan transmigrasi. Jika nanti diputuskan di sini (Kabupaten Sigi), mereka akan berkuliah sehari-hari di lokasi ini,” bebernya.
Menurut Muhammad Iftitah, Program Kampus Patriot dirancang untuk menjembatani dunia akademik dengan realitas di lapangan, sehingga mahasiswa dapat terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat.
Kampus Patriot juga dinilai dapat mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca Juga: Kepala SDN 1 Palu Junjung Tinggi Demokrasi: Dari Guru Hingga Pedagang Kantin
Ia mencontohkan, ketika pertumbuhan ekonomi meningkat karena investasi dan produktivitas, hal tersebut dapat membuka lebih banyak lapangan kerja.
“Para patriot ini kami harapkan bisa melakukan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat, sehingga masyarakat lokal siap kerja. Jangan sampai ada industri, tapi tenaga kerjanya tidak terserap dari masyarakat lokal,” ujarnya.
Dengan hadirnya Program Kampus Patriot, ia berharap masyarakat lokal dapat menjadi tuan rumah pembangunan di daerahnya sendiri sekaligus menepis anggapan bahwa pemerintah pusat tidak hadir di daerah yang membutuhkan.
Baca Juga: HIMPSI Gelar Pelatihan dalam Upaya Pulihkan Trauma Siswa Terdampak Gempa
“Jika dalam lima tahun terlihat hasilnya, Kampus Patriot ini akan menjadi seperti pasukan yang siap diterjunkan ke wilayah yang membutuhkan. Dengan begitu, masyarakat tidak merasa ditinggalkan. Kami ingin melalui SDM unggul, pembangunan bisa dilakukan secara komprehensif dan menyeluruh,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa Kampus Patriot bukanlah bangunan permanen, melainkan fasilitas berbasis modular box yang dapat dipindah-pindahkan.
Dengan konsep mobile tersebut, ketika masyarakat di satu daerah sudah mandiri, kampus dapat dipindahkan ke wilayah lain yang lebih membutuhkan.
“Seperti saya sampaikan, kita akan bicarakan dulu di pusat. Jika diputuskan, pembangunan Kampus Patriot akan dimulai awal tahun depan,” pungkasnya.
Baca Juga: Cetak Generasi Peduli Jalan Raya, AHM Dukung Pejuang Muda Keselamatan Indonesia
Dikesempatan yang sana Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan terus mendukung program pemerintah pusat, termasuk rencana pembangunan Kampus Patriot di Kabupaten Sigi.
Reny menjelaskan bahwa Pemprov Sulteng dan Pemerintah Kabupaten Sigi akan berkolaborasi dalam proses persiapan lahan serta kelengkapan persyaratan lainnya.
“Kami sudah berkomunikasi. Pemerintah provinsi akan membantu proses land clearing, sementara pemerintah kabupaten akan menangani amdal dan kebutuhan teknis lainnya,” ujarnya.
Sementara itu Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, menambahkan bahwa Pemda Sigi telah menyiapkan lahan seluas lima hektare untuk mendukung pembangunan tersebut.
Samuel menilai kehadiran Menteri Transmigrasi RI dan Wakil Gubernur di lokasi rencana pembangunan merupakan bentuk dukungan nyata bagi upaya pengembangan fasilitas yang dinilai strategis bagi masyarakat.
“Kami dari pemerintah kabupaten berterima kasih. Mudah-mudahan Kabupaten Sigi terpilih,” harapnya. (*)
Editor : Taswin