Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Operasi Zebra Tinombala Sasar Pengendara di Bawah Umur, Deteksi Dini dan Deteksi Aksi

Muksin Sirajuddin • Senin, 17 November 2025 | 16:13 WIB
TINOMBALA: Gelar pasukan Ops Zebra Tinombala di Polres Poso.(FOTO: BUDIYANTO WIHARTO/RADAR PALU).
TINOMBALA: Gelar pasukan Ops Zebra Tinombala di Polres Poso.(FOTO: BUDIYANTO WIHARTO/RADAR PALU).

RADAR PALU - Kepolisian Resor (Polres) Poso tahun 2025 tengah melaksanakan gelar operasi Zebra Tinombala 2025. Salah satu objek atau sasaran dari operasi terkait tertib berlalu lintas ini adalah pengendara di bawah umur.

Demikian disampaikan Wakapolres Poso, Kompol Suraidi, saat pimpin apel gelar ops Zebra Tinombala di halaman Mapolres Poso, Senin (27/11/2025).

"Berboncengan lebih dari satu orang atau menggunakan ponsel saat berkendaraan, pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm SNI dan pengemudi yang tidak menggunakan safety belt, kendaraan bermotor yang menggunakan kenalpot bogar dan melebihi batas kecepatan atau pengendara dalam pengaruh alkohol/mabuk juga bagian dari target operasi zebra Tinombala," tambahnya jelas.

Operasi zebra Tinombala digelar selama 14 hari, mulai tanggal 17 November hingga 30 November 2025. Pelaksanaan operasi zebra tahun ini mengusung tema terwujudnya kamseltibcarlantas yang aman, nyaman dan selamat menjelang pelaksanaan operasi lilin-2025.

Saat membacakan amanat Kapolda Sulteng, Wakapolres Suraidi menyampaikan kalau pada pelaksanaan operasi zebra tinombala tahun 2024 yang lalu, jajaran Polda Sulteng telah berhasil menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Berdasarkan dari hasil operasi zebra tahun 2023 sebesar 35 kasus turun menjadi 33 kasus di tahun 2024 atau sebesar 6 persen.

Namun demikian, jumlah korban meninggal dunia akibat laka lantas meningkat, yakni 12 orang pada operasi zebra tahun 2023 menjadi 15 orang di tahun 2024 atau sebesar 25 persen.

"Operasi ini membawa amanah yang cukup berat, mengingat segala tindak tercela yang dilakukan oleh petugas tidak hanya berpengaruh terhadap kepercayaan publik, namun juga dapat mendelegitimasi kewenangan polri," ungkapnya.

Wakapolres Suraidi mengingatkan anggotanya untuk melaksanakan kegiatan operasi dengan tulus dan ikhlas sebagai ladang amal dan ibadah.

"Lakukan deteksi dini dan deteksi aksi terhadap seluruh potensi kerawanan terkait kamseltibcarlantas," pesannya.

"Optimalkan patroli dan penjagaan pada lokasi rawan macet, laka dan pelanggaran lalu lintas, laksanakan kegiatan edukasi kamseltibcar lantas kepada seluruh elemen masyarakat secara intens sehingga dapat menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, lakukan penindakan pelanggaran lalu lintas menggunakan etle (tilang elektronik) baik itu statis maupun mobile serta menggunakan blanko teguran, jangan melakukan pungli atau KKN dan hindari tindakan yang dapat menimbulkan komplain dari masyarakat perkuat kehadiran polri dilapangan agar masyarakat merasa lebih dekat dan percaya kepada aparat kepolisian, polisi yang dicintai dan disayangi masyarakat," tutupnya.(bud)

 

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Pengendara di bawah umur #Operasi Zebra Tinombala #Kerawanan #Deteksi dini dan deteksi aksi