RADAR PALU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tojo Unauna (Touna) terus menunjukkan komitmen dalam memperkuat peran generasi muda melalui kegiatan Forum Orang Muda Kabupaten Touna, yang digagas oleh Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Touna, Rabu (15/10/2025).
Kegiatan ini menjadi ruang dialog dan kolaborasi bagi kaum muda untuk menyuarakan gagasan, membahas isu-isu aktual serta mencari solusi bersama demi kemajuan daerah.
Sekretaris Kabupaten Touna, Alfian Mattajeng, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam pembangunan daerah.
Ia mengatakan kegiatan ini memiliki makna mendalam sebagai bentuk komitmen bersama dalam memberdayakan kaum muda agar menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek dari kebijakan pemerintah.
“Kita semua sadar bahwa kaum muda adalah aset terpenting daerah. Pemikiran mereka yang segar, energi yang kuat, dan semangat yang luar biasa merupakan modal besar untuk mendorong kemajuan Tojo Unauna yang lebih berdaya dan berkemajuan,” tegas Sekkab.
Menurut Sekkab, forum orang muda ini merupakan tindak lanjut dari program pelatihan kaum muda dalam pembangunan daerah, yang bertujuan mengidentifikasi berbagai isu aktual yang dihadapi generasi muda, seperti perkawinan anak, pencemaran lingkungan, dampak perubahan iklim, hak asasi manusia, perlindungan anak, hingga penguatan Satgas PPA.
“Semua isu itu memerlukan ruang dialog terbuka dan partisipatif agar setiap suara muda dapat didengar dan dijadikan dasar dalam penyusunan kebijakan publik,”jelasnya.
Dikatakannya, komitmen pemerintah daerah dalam mencegah praktik perkawinan anak yang masih terjadi akibat faktor sosial, ekonomi, dan budaya.
Menurutnya, pencegahan harus dimulai dari peningkatan kesadaran dan edukasi, dan forum seperti ini memiliki peran penting membentuk kesadaran baru di kalangan anak muda.
“Anak muda tidak hanya perlu diberi ruang untuk berbicara, tetapi juga harus dilibatkan secara aktif dalam proses kebijakan dan pelaksanaan pembangunan,”ujarnya.
Sekkab juga memberikan apresiasi kepada Fatayat NU Touna atas komitmen dan kepeduliannya terhadap isu sosial dan pemberdayaan perempuan serta generasi muda.
Ia menyebut kolaborasi antara organisasi keagamaan dan pemerintah sebagai contoh sinergi yang harus terus ditumbuhkan.
“Saya percaya dari forum ini akan lahir ide-ide segar yang memperkaya pemikiran pemerintah dalam merumuskan program pembangunan. Anak muda harus berani bermimpi, tetapi juga siap bekerja keras untuk mewujudkannya,”ucapnya.
Sementara itu, Koordinator Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Fatayat NU Touna, Salwa Zalsabila Parenrengi, menyebut bahwa kegiatan Forum Orang Muda ini menjadi langkah nyata dalam menggerakkan kesadaran bersama untuk melindungi generasi muda dari berbagai tantangan sosial.
“Fatayat NU berkomitmen untuk terus mendampingi dan menguatkan kapasitas anak muda, terutama perempuan, agar berani bersuara, berdaya, dan berperan aktif dalam pembangunan,” kata Salwa.
Salwa Mengungkapkan, Isu-isu seperti perkawinan anak, kekerasan berbasis gender, dan pelanggaran hak anak tidak bisa diselesaikan hanya dengan regulasi, tetapi perlu gerakan sosial yang kuat dari komunitas dan organisasi muda.
“Kami percaya perubahan besar dimulai dari kesadaran kecil di kalangan anak muda. Ketika mereka memahami hak dan perannya, maka Tojo Unauna akan tumbuh menjadi daerah yang aman, adil, dan ramah bagi generasi berikutnya,”ungkapnya.
Kegiatan Forum Orang Muda ini diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda Touna untuk bertukar pikiran, menyampaikan aspirasi, serta merumuskan solusi konstruktif bagi masa depan daerah yang lebih baik di Bumi Sivia Patuju.(nto)
Editor : Muchsin Siradjudin