Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Wabup Sigi Minta Sekolah Mengisi Data Dapodik Sesuai Fakta, Bukan Kejar Akreditasi Semata

Muksin Sirajuddin • Selasa, 11 November 2025 | 16:52 WIB
Samuel Yansen Pongi (FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU).
Samuel Yansen Pongi (FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU).

RADAR PALU – Wakil Bupati (Wabup) Sigi, Samuel Yansen Pongi, mengingatkan seluruh kepala sekolah dan operator pendidikan di daerahnya untuk lebih jujur dalam pengisian data pokok pendidikan (Dapodik). Ia menegaskan, data yang akurat sangat penting agar program pembangunan pendidikan di Kabupaten Sigi bisa tepat sasaran.

“Beberapa waktu lalu kami rapat koordinasi, dan ada sejumlah persoalan mendasar di tingkat sekolah. Itu sudah saya sampaikan saat membahas pengisian data Dapodik,” ujar Samuel kepada Radar Palu, di Bora, Senin (10/11/2025).

Menurutnya, masih banyak kepala sekolah yang terlalu fokus mengejar akreditasi A, tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap perencanaan pembangunan sekolah.

“Khusus kepala-kepala sekolah, kita memang ingin akreditasi A. Tapi itu berdampak pada pembangunan. Banyak usulan sudah disetujui di tingkat perencanaan, namun ditolak di Dinas Pendidikan karena data menunjukkan sekolahnya sudah lengkap ruang kelas. Padahal, ruang kelas yang dimaksud itu yang masih sekat-sekat,” jelasnya.

Samuel menuturkan, setelah ia menelusuri lebih jauh, ternyata pengisian data Dapodik yang jujur tidak akan berpengaruh terhadap akreditasi sekolah.

“Jadi tidak apa-apa kalau akreditasinya masih B. Kami tidak menilai dari situ. Ukurannya bukan semata akreditasi, tapi seberapa besar kita bisa mencerdaskan anak bangsa, terutama di wilayah-wilayah pegunungan yang kondisinya masih terbatas,” tegasnya.

Ia menambahkan, banyak program dari kementerian tidak bisa masuk ke sekolah-sekolah di Sigi karena data Dapodik tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.

“Itulah yang menghambat. Uang di kementerian banyak, tapi karena data sekolah kita tidak sesuai, akhirnya bantuan tidak bisa turun. Kami minta operator sekolah isi data sesuai fakta,” tandasnya.

Samuel menegaskan bahwa akreditasi tetap penting, namun bukan menjadi prioritas utama saat ini. Yang lebih penting adalah memastikan seluruh sekolah memiliki sarana dan prasarana yang memadai.

“Akreditasi bukan tidak penting, tapi itu kita nomor duakan dulu. Yang utama sekarang adalah memperbaiki kondisi sekolah agar usulan dari kepala sekolah melalui Musrenbang bisa terhubung dengan data Dapodik yang valid,” ujarnya.

Di akhir penyampaiannya, Wakil Bupati Sigi juga memberikan motivasi bagi para guru agar tetap semangat menjalankan tugas.

“Saya berharap guru-guru tetap bekerja dengan semangat. Ada banyak tunjangan tambahan yang bisa diperoleh, tapi semangat dan kejujuran dalam bekerja tetap yang utama,” tutup Samuel.

Ia juga berharap melalui pembenahan data dan semangat kerja yang tulus dari para tenaga pendidik, kualitas pendidikan di Kabupaten Sigi dapat terus meningkat, sehingga seluruh anak di pelosok Sigi memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak dan bermutu. (gel)

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Bukan kejar akreditasi #Mengisi data dapodik #Sesuai fakta #Wabup Sigi