Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Desa Loli Pesua Jadi Target Bakti Sosial Forum Profesi Kesehatan untuk Cegah Stunting

Mugni Supardi • Minggu, 9 November 2025 | 07:22 WIB
AKSI NYATA : Forum Komunikasi Profesi Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar Bakti Sosial di Desa Loli Pesua, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Sabtu (8/11/2025).
AKSI NYATA : Forum Komunikasi Profesi Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar Bakti Sosial di Desa Loli Pesua, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Sabtu (8/11/2025).

RADAR PALU - Dalam rangka sebagai upaya pencegahan stunting di wilayah yang memiliki prevalensi tertinggi di Sulawesi Tengah, Forum Komunikasi Profesi Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar Bakti Sosial di Desa Loli Pesua, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Sabtu (8/11/2025). 

Ketua Forum Komunikasi Profesi Kesehatan Provinsi Sulteng, Dr. dr. Ketut Suarayasa M Kes menjelaskan, bahwa bakti sosial ini adalah event ketiga dari forum komunikasi profesi kesehatan. Dari 20 Organisasi Profesi (OP) yang ada, sekitar 62 orang panitia dilibatkan dalam bakti sosial ini.

"Event pertama adalah seminar, kedua Healthy Fun Run, dan ini bakti sosial. Bakti sosial ini adalah bentuk aksi nyata kita," ujarnya kepada Radar Palu Jawa Pos Group.

Lanjut Ketut Suarayasa, bakti sosial ini meliputi tiga kegiatan utama diantaranya kalibrasi dan verifikasi alat antropometri yang dilakukan oleh lembaga resmi yakni Ikatan Elektromedis Indonesia (IKATEMI) dan mitranya. Kader posyandu juga dilatih untuk melakukan verifikasi alat antropometri.

Kemudian ada screening ibu hamil menggunakan alat USG dan tanda vital lainnya untuk mengidentifikasi faktor risiko pada ibu hamil sebagai upaya pencegahan stunting. Targetnya adalah 27 ibu hamil di Loli Pesua.

Terdapat juga pemeriksaan balita stunting dan edukasi bagi ibu balita stunting. Kegiatan ini melibatkan sekitar 52 balita stunting beserta ibu mereka.

"Kita fokus di Loli Pesua karena data menunjukkan wilayah ini memiliki angka stunting tertinggi di Kabupaten Donggala, yang merupakan wilayah dengan angka stunting tertinggi di Sulawesi Tengah," jelas Dr. Ketut.

Selain pemeriksaan dan edukasi, forum ini juga melakukan studi dengan mengedarkan kuesioner untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting di Loli Pesua. Data yang terkumpul akan dianalisis untuk menjadi dasar intervensi selanjutnya.

Forum Komunikasi Profesi Kesehatan ini sendiri terbentuk sebagai respons terhadap program "Berani Sehat" yang dicanangkan oleh Gubernur Sulteng.

"Awalnya, beberapa OP di Dinas Kesehatan Provinsi berkumpul dan sepakat untuk membentuk forum informal untuk mendukung kegiatan 'Berani Sehat'," kata Dr. Ketut. 

Kepala Puskesmas Donggala, Ahmad SKM MM yang hadir dalam kesempatan itu mengungkapkan pentingnya kalibrasi alat antropometri dalam upaya penurunan stunting Puskesmas Donggala sendiri membawahi 9 Kelurahan dan 5 Desa termasuk Loli Pesua.

Ahmad menjelaskan bahwa dalam kegiatan ini dilakukan pemeriksaan ulang terhadap ibu hamil dan balita, serta dilakukan kalibrasi alat-alat yang digunakan. 

"Pemeriksaan ibu hamil yang ada sekaligus USG-nya, dan kedua untuk ke balita juga ditimbang kembali karena mungkin kemarin-kemarin ada kekeliruan dari para kader, dari petugas," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa semua alat yang digunakan dalam kegiatan ini telah dikalibrasi. "Kali ini semua alat-alat yang digunakan sudah dikalibrasi," tegasnya.

Photo
Photo

Dengan adanya kegiatan bakti sosial ini, Ahmad berharap dapat meningkatkan akurasi pengukuran dan penimbangan balita. “Sehingga upaya pencegahan dan penanganan stunting dapat dilakukan dengan lebih efektif,” sebutnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Wayan Apriani, SKM., M.Epid yang membuka secara resmi bakti sosial memberikan apresiasi tinggi terhadap atas kegiatan yang dilaksanakan oleh Forum Komunikasi Profesi Kesehatan Sulteng dalam upaya membantu penurunan stunting.

“Kegiatan ini sangat penting karena dilaksanakan di Kabupaten Donggala, yang saat ini memiliki angka prevalensi stunting yang lebih tinggi dibandingkan kabupaten lainnya di Sulawesi Tengah. 

Menurutnya, kegiatan yang terpadu antara berbagai organisasi profesi akan membuat upaya penanganan stunting menjadi lebih paripurna karena melibatkan semua profesi kesehatan. "Karena semua profesi kesehatan terlibat," singkatnya.

Wayan Apriani juga menekankan bahwa kegiatan ini dilakukan langsung di tingkat desa, di mana upaya-upaya pengukuran dan kegiatan Posyandu dilakukan. 

Photo
Photo

“Dengan adanya dukungan dan keterlibatan aktif dari berbagai pihak, termasuk Forum Komunikasi Profesi Kesehatan, kami Dinas Kesehatan Provinsi optimis bahwa upaya penurunan stunting di wilayah Donggala dapat berjalan lebih efektif dan memberikan hasil yang signifikan,” ujarnya.(acm)

Editor : Mugni Supardi
#BERANI SEHAT #kejadian stunting #edukasi bagi ibu balita stunting #gubernur sulteng #Forum Komunikasi Profesi Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah #Bakti Sosial #kabupaten donggala #Loli Pesua #prevalensi tertinggi di Sulawesi Tengah #pencegahan stunting #pemeriksaan balita stunting #Kecamatan Banawa #risiko pada ibu hamil #screening ibu hamil #kalibrasi dan verifikasi alat antropometri