RADAR PALU - Polres Poso menggelar apel kesiapan dalam rangka tanggap darurat bencana, Rabu (5/11). Kegiatan dipimpin langsung Wakapolres Kompol Suriadi, dan diikuti oleh personel Kodim 1307/Poso, Brimob Batalyon B Pelopor Poso, personel Polres Poso, Satpol PP, Damkar, BNPB BMKG Kabupaten Poso.
Wakapolres Suriadi mengatakan, kegiatan dilakukan sebagai bentuk pengecekan terhadap kesiapan personel maupun sarana dan prasarana (sarpras) dalam menghadapi potensi bencana alam di wilayah Kabupaten Poso.
"Diharapkan seluruh personel dan stakeholder yang terlibat dapat bersinergi secara sigap, cepat, dan tepat dalam menghadapi berbagai potensi bencana demi menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat," ucapnya.
Dalam apel tersebut, Wakapolres juga membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Diantara amanatnya, Kapolri menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana alam.
"Bencana alam merupakan salah satu tantangan global yang dihadapi oleh seluruh negara di dunia. Berdasarkan laporan United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR) tahun 2025, terdapat lebih dari 124 juta jiwa yang terdampak bencana alam setiap tahunnya," bilangnya.
Berdasarkan data BNPB, hingga 19 Oktober 2025 telah terjadi 2.606 bencana alam di Indonesia, terdiri dari 1.289 banjir, 544 cuaca ekstrem, 511 kebakaran hutan dan lahan (karhutla), 189 tanah longsor, 22 gempa bumi, serta 4 erupsi gunung berapi. Akibatnya, sebanyak 361 orang meninggal dunia, 37 orang hilang, 615 orang luka-luka, dan lebih dari 5,2 juta orang harus mengungsi.
"Dampak bencana tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerugian ekonomi, tetapi juga meninggalkan trauma psikologis serta mengganggu keberlangsungan kehidupan sosial masyarakat. Untuk itu dibutuhkan langkah strategis yang komprehensif, responsif, dan berkesinambungan,"sebutnya.
Menutup kegiatan, Wakapolres Suriadi mengingatkan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi bencana di Poso. Kata dia, sinergitas antar instansi merupakan kunci utama dalam penanganan bencana.
"Dengan kesiapsiagaan dan kerja sama yang solid, kita dapat meminimalisir dampak dan memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama," tutupnya.(bud)
Editor : Muchsin Siradjudin