Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Sudah Capai 3.645 Kali Hingga Oktober 2025, Jumlah Gempa di Sulteng Lampaui Tahun Lalu

Mugni Supardi • Rabu, 5 November 2025 | 17:31 WIB

JADI SEJARAH : Bagian jalan yang amblas karena likuifaksi dari gempa bumi 2018 silam di Balaroa. Data BMKG Geofisika Palu, hingga 23 Oktober 2025 sudah 3.645 kali gempa mengguncang Sulawesi Tengah.
JADI SEJARAH : Bagian jalan yang amblas karena likuifaksi dari gempa bumi 2018 silam di Balaroa. Data BMKG Geofisika Palu, hingga 23 Oktober 2025 sudah 3.645 kali gempa mengguncang Sulawesi Tengah.
 

RADAR PALU - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Palu mengungkapkan dalam kurun waktu Januari 2025 hingga 23 Oktober 2025 sebanyak 3.645 kali gempa bumi mengguncang Sulawesi Tengah. Angka ini sudah melampaui jika dibandingkan dengan total 2.700 gempa yang tercatat sepanjang tahun 2024.

“Dari ribuan gempa yang terjadi, 50 diantaranya dirasakan oleh masyarakat. Tiga gempa tercatat cukup signifikan karena memicu serangkaian gempa susulan dengan frekuensi yang cukup tinggi,” kata Staf Operasional BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Iwal Islamudin kepada Radar Palu Jawa Pos Group, Rabu (5/11/2025).

Gempa-gempa yang signifikan tersebut adalah gempa Poso dengan magnitudo 5,0 pada 14 Juli 2025, gempa ini diakibatkan oleh sesar Poso. Kemudian gempa Poso tepatnya di Kecamatan Poso Pesisir dengan magnitudo 5,8 pada 17 Agustus 2025, gempa ini diakibatkan oleh sesar Tokararu.

Yang ketiga gempa Parigi Moutong (Parimo) dengan magnitudo 4,8 pada 3 September 2025, diakibatkan oleh sesar yang belum teridentifikasi (sesar lokal). 

“Untuk aktivitas Sesar Palu Koro pasti (masih terpantau aktif, red), meskipun selama periode ini (2025, red) sesar tersebut tidak memicu gempa dengan magnitudo yang signifikan,” lanjut Iwal. 

BMKG Geofisika Kelas I Palu merincikan 348 kejadian gempa bumi di Januari, 304 kali pada Februari, dan meningkat menjadi 372 kali pada Maret.

April mencatat 368 gempa, diikuti 354 pada Mei dan penurunan menjadi 247 pada Juni. Peningkatan tajam terjadi pada Juli dengan 531 gempa, mencapai puncaknya pada Agustus dengan 579 kejadian.

September mencatat 344 gempa, dan hingga per 23 Oktober 2025 ada 196 kali gempa. Seluruh gempa yang tercatat berada dalam rentang magnitudo 2 hingga 6.

BMKG kata Iwal mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta mengikuti informasi resmi dari sumber-sumber terpercaya. "Bisa install aplikasi BMKG untuk mendapatkan informasi yang benar,” terangnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Palu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu telah memasang sirene peringatan dini tsunami (Early Warning System) mendukung kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana tsunami, khususnya di wilayah pesisir.

Di Kota Palu, terdapat tiga lokasi yang menjadi titik pemasangan sistem peringatan dini, yakni Kelurahan Talise, Silae, dan Lere. Ketiga wilayah tersebut dipilih karena memiliki risiko tinggi terhadap ancaman tsunami.(**)

 

Editor : Mugni Supardi
#gempa bumi #ribuan gempa #Radar Palu Jawa Pos Group #BMKG #sesar Poso #BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu #sulawesi tengah #gempa susulan #sesar Tokararu