Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Proyek Kesehatan Bernilai Miliaran di Parimo Terancam Molor, Alasan Pelaksana Proyek Akibat Kekurangan Tukang

Muksin Sirajuddin • Senin, 3 November 2025 | 09:52 WIB
PROYEK : Inilah proyek pembangunan Puskesmas Torue, Kabupaten Parimo.(FOTO: ROY LASAKA/RADAR PALU).
PROYEK : Inilah proyek pembangunan Puskesmas Torue, Kabupaten Parimo.(FOTO: ROY LASAKA/RADAR PALU).

RADAR PALU – Proyek pembangunan gedung Puskesmas Torue di Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, dengan nilai kontrak Rp 7,6 miliar, terancam molor.

Berdasarkan pantauan Radar Palu di lokasi pembangunan Puskesmas yang tepatnya berada di Desa Torue, Minggu (02/11/2025), progres pekerjaannya berjalan lambat. Sehingga, bakal berpotensi tidak selesai tepat waktu.

Selain itu, sejumlah bagian bangunan utama masih dalam tahap pengecoran dan pemasangan rangka besi. Material berupa pasir dan batu bata juga terlihat menumpuk di area proyek. Menandakan proses pembangunan Puskesmas Torue dengan anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD Kabupaten Parimo tersebut masih jauh dari rampung.

Padahal, berdasarkan kontrak kerja Nomor 000.3.2/100.06/SP-PPK/DISKES/2025, proyek yang dikerjakan oleh CV Jelajah Sulteng ini harus selesai dalam waktu 180 hari kalender, dan berakhir pada 14 Desember 2025.

Beberapa orang pekerja mengaku jumlah tenaga tukang terbatas. Sedangkan pekerjaan pengecoran di bagian lantai dua membutuhkan waktu dan tenaga ekstra.

MOLOR : Diprediksi pembangunan gedung Puskesmas ini akan molor.(FOTO: ROY LASAKA/RADAR PALU).   
MOLOR : Diprediksi pembangunan gedung Puskesmas ini akan molor.(FOTO: ROY LASAKA/RADAR PALU).  

Hal tersebut, juga dibenarkan oleh pelaksana proyek, Ipin, saat dikonfirmasi terkait hal itu. Ia pun membenarkan adanya keterlambatan. Begitu pula dengan proses pengecoran lantai dua yang disebutnya menjadi penyebab utama lambatnya progres pekerjaan.

“Keterlambatan ini, karena pekerjaan pengecoran lantai dua butuh proses. Kami juga menggunakan hotmix untuk pengecoran. Memang masih kekurangan tukang. Kalau bahan, semua sudah siap. Tinggal penambahan personel tukang saja,” ujar Ipin kepada Radar Palu.

Keterlambatan proyek pembangunan Puskesmas Torue seharusnya menjadi perhatian serius pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Parimo sebagai pengguna anggaran. Mengingat, proyek tersebut menelan biaya yang tidak sedikit dan bersumber dari dana publik.

Proyek ini tidak hanya dikebut menjelang tenggat kontrak, tetapi harus mengutamakan aspek mutu dan kualitas bangunan yang nantinya akan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai fasilitas kesehatan.(roy)



Editor : Muchsin Siradjudin
#Terancam molor #Biaya pembangunan sangat besar #Proyek miliaran rupiah di Parigi Moutong #Alasan kekurangan tukang