RADAR PALU – Proyek pembangunan gedung Puskesmas Torue di Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, dengan nilai kontrak Rp 7,6 miliar, terancam molor.
Berdasarkan pantauan Radar Palu di lokasi pembangunan Puskesmas yang tepatnya berada di Desa Torue, Minggu (02/11/2025), progres pekerjaannya berjalan lambat. Sehingga, bakal berpotensi tidak selesai tepat waktu.
Selain itu, sejumlah bagian bangunan utama masih dalam tahap pengecoran dan pemasangan rangka besi. Material berupa pasir dan batu bata juga terlihat menumpuk di area proyek. Menandakan proses pembangunan Puskesmas Torue dengan anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD Kabupaten Parimo tersebut masih jauh dari rampung.
Padahal, berdasarkan kontrak kerja Nomor 000.3.2/100.06/SP-PPK/DISKES/2025, proyek yang dikerjakan oleh CV Jelajah Sulteng ini harus selesai dalam waktu 180 hari kalender, dan berakhir pada 14 Desember 2025.
Beberapa orang pekerja mengaku jumlah tenaga tukang terbatas. Sedangkan pekerjaan pengecoran di bagian lantai dua membutuhkan waktu dan tenaga ekstra.
Hal tersebut, juga dibenarkan oleh pelaksana proyek, Ipin, saat dikonfirmasi terkait hal itu. Ia pun membenarkan adanya keterlambatan. Begitu pula dengan proses pengecoran lantai dua yang disebutnya menjadi penyebab utama lambatnya progres pekerjaan.
“Keterlambatan ini, karena pekerjaan pengecoran lantai dua butuh proses. Kami juga menggunakan hotmix untuk pengecoran. Memang masih kekurangan tukang. Kalau bahan, semua sudah siap. Tinggal penambahan personel tukang saja,” ujar Ipin kepada Radar Palu.
Keterlambatan proyek pembangunan Puskesmas Torue seharusnya menjadi perhatian serius pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Parimo sebagai pengguna anggaran. Mengingat, proyek tersebut menelan biaya yang tidak sedikit dan bersumber dari dana publik.
Proyek ini tidak hanya dikebut menjelang tenggat kontrak, tetapi harus mengutamakan aspek mutu dan kualitas bangunan yang nantinya akan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai fasilitas kesehatan.(roy)