Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Pemkab Sigi Sinergikan NGO Menjadi Mitra Strategis Majukan Daerah

Muksin Sirajuddin • Kamis, 23 Oktober 2025 | 12:30 WIB
SINERGI : Bupati Sigi, Moh. Rizal Intjenae, menyatakan tetap bersinergi dengan NGO.(FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU).
SINERGI : Bupati Sigi, Moh. Rizal Intjenae, menyatakan tetap bersinergi dengan NGO.(FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU).

RADAR PALU – Di tengah keterbatasan anggaran pembangunan daerah, Bupati Sigi Moh. Rizal Intjenae, menegaskan bahwa sinergi dengan lembaga kemanusiaan dan organisasi non-pemerintah (NGO) menjadi kekuatan penting dalam mendorong kemajuan Kabupaten Sigi.

Hal itu disampaikan Bupati saat menghadiri kegiatan Pemantauan dan Evaluasi Akhir Periode Kerja Sama Multi Stakeholder Partnership (MSP) antara Caritas Germany Indonesia dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) periode 2023–2026, di Hotel Aston Palu, Selasa (21/10/2025).

Menurut Rizal, setelah bencana besar melanda Sigi pada tahun 2018, peran NGO tidak hanya sebatas penyalur bantuan darurat, tetapi berkembang menjadi mitra strategis pemerintah dalam pemulihan dan percepatan pembangunan masyarakat.

“Kami menyadari bahwa dengan keterbatasan fiskal daerah, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Di sinilah peran NGO menjadi sangat vital mereka hadir dengan pengalaman, jejaring, dan semangat kolaborasi yang memperkuat upaya kami membangun Sigi dari bawah,” ujarnya.

Rizal menjelaskan, sejumlah program pembangunan di Sigi banyak terbantu melalui kemitraan dengan lembaga kemanusiaan. Salah satunya melalui proyek kolaboratif yang didukung oleh Caritas Germany Indonesia, yang menitikberatkan pada peningkatan kapasitas masyarakat, pemberdayaan ekonomi lokal, dan penguatan desa tangguh bencana.

Di berbagai wilayah seperti Dolo Selatan, Kulawi, dan Pipikoro, NGO bersama pemerintah daerah menjalankan program penguatan petani muda, pelatihan manajemen kelompok usaha, hingga pengembangan komoditas unggulan seperti kopi, kakao, dan vanili.

“Mereka tidak datang membawa proyek sesaat, tapi mendampingi hingga masyarakat mampu berdiri di atas kaki sendiri,” kata Rizal. “Sinergi semacam ini yang ingin terus kami jaga.”

Lebih jauh, Bupati Rizal menegaskan bahwa kolaborasi lintas lembaga harus menjadi arah baru pembangunan daerah. Di tengah tantangan efisiensi anggaran dari pusat, kemitraan yang terbuka dan transparan diyakini mampu memperluas dampak pembangunan tanpa membebani keuangan daerah.

Pemerintah Kabupaten Sigi, kata Rizal, juga terus berupaya menjaga prinsip akuntabilitas, profesionalisme, dan partisipasi masyarakat dalam setiap kerja sama yang dijalankan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap kemitraan dengan NGO benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di desa-desa yang masih rentan,” tegasnya.

Rizal melihat bahwa transformasi besar telah terjadi di Sigi dari masyarakat yang dulu bergantung pada bantuan pascabencana, kini mulai menunjukkan kemandirian. Di banyak desa, warga kini memiliki tim tanggap darurat berbasis komunitas, koperasi pertanian mandiri, dan sistem kesiapsiagaan bencana yang berjalan rutin.

“Ini hasil nyata dari kerja bersama. Pemerintah mungkin punya program, tapi NGO membawa keahlian dan kedekatan dengan masyarakat. Ketika dua kekuatan ini berpadu, hasilnya luar biasa,” tuturnya.

Kegiatan evaluasi MSP tersebut menjadi momentum penting untuk meninjau capaian, menyusun strategi baru, dan memastikan keberlanjutan kolaborasi yang sudah berjalan. Rizal berharap kerja sama dengan NGO tidak berhenti pada periode proyek, tetapi terus diperluas ke bidang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan berkelanjutan.

“Sigi telah belajar dari bencana. Kini, kami membangun dengan cara yang lebih bijak dengan melibatkan banyak pihak dan menumbuhkan kekuatan dari masyarakat sendiri,” pungkasnya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah Dr. Akris, Kalak BPBD Kabupaten Sigi, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tim MSP Caritas Germany Indonesia, serta jejaring komunitas kebencanaan dari berbagai wilayah di Kabupaten Sigi.(gel)



Editor : Muchsin Siradjudin
#Bersinergi dengan NGO #Melibatkan banyak pihak #Memajukan daerah #Pemerintah Kabupaten Sigi