Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Pemkab Poso Rakor Percepatan Pembangunan Daerah, Wujudkan Hasil Nyata

Muksin Sirajuddin • Kamis, 23 Oktober 2025 | 11:49 WIB
PERCEPATAN: Rakor percepatan pembangunan di Kabupaten Poso, Rabu (22/10/2025).(FOTO: BUDIYANTO WIHARTO/RADAR PALU).
PERCEPATAN: Rakor percepatan pembangunan di Kabupaten Poso, Rabu (22/10/2025).(FOTO: BUDIYANTO WIHARTO/RADAR PALU).

RADAR PALU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Poso menggelar rapat koordinasi (Rakor) percepatan implementasi agenda pembangunan daerah periode 2025-2029, Rabu (22/10/2025).

Rakor bertujuan untuk mengidentifikasi hal-hal teknis, menyusun langkah strategis, dan mendorong sinergi lintas sektor guna memastikan kelancaran pelaksanaan 17 agenda pembangunan yang telah dirumuskan.

Agenda-agenda tersebut merupakan penjabaran dari 7 Misi dan 7 Program Unggulan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Poso 2025-2029.

Bupati Verna Inkiriwang mengatakan bahwa visi pembangunan Kabupaten Poso adalah Kabupaten Poso Yang Makin Maju, Berdaya Saing dan Berkelanjutan".

Untuk mewujudkan hal tersebut dibuatlah 7 Misi pembangunan yang dijabarkan dalam program unggulan yaitu Poso Pintar, Pertanian Maju, Pariwisata Berdaulat, Poso Sehat, Poso Harmoni dan Sejahtera, Poso Hebat, dan Poso Mantap Berkelanjutan.

"Dari ketujuh misi tersebut, dirumuskan 17 Agenda Pembangunan Daerah yang akan menjadi fokus kerja Pemerintah Kabupaten Poso selama lima tahun ke depan," kata Verna.

Berikut adalah ke-17 agenda percepatan pembangunan daerah Poso 2025-2029, pertama, Pendidikan Unggul dan Inklusif (Program 1.000 Sarjana, Bantuan Seragam Sekolah, Honor Guru Non-ASN). Kedua, Pelatihan dan Pengembangan Keterampilan Usia Produktif. Ketiga, Asuransi Petani. Keempat, Bantuan Pupuk dan Penyediaan Bibit Unggul. Kelima, Peningkatan Produk Unggulan Lokal.

Enam, 15 Event Daerah (Festival Danau Poso, Festival Tampo Lore, Bonesompe Fair, dll). Tujuh, Pengembangan Kualitas Destinasi Wisata (22 Desa Wisata). Delapan, Pengembangan dan Pengelolaan Budaya Lokal. Sembilan, Layanan Kesehatan Gratis (UHC). Sepuluh, Dokter Ahli Masuk Desa. Sebelas, Kemah Harmoni, Bantuan Rumah Ibadah, Penguatan Lembaga Keagamaan dan Adat. Duabelas, UMKM Mandiri Berdaya Saing dan Pengembangan Investasi Daerah. Tigabelas, Perlindungan dan Jaminan Sosial di Dinas Sosial.

Empatbelas, Digitalisasi dan Peningkatan Layanan Publik. Limabelas, Penguatan Integritas dan Pencegahan Korupsi. Enambelas, Penyediaan dan Peningkatan Kualitas Infrastruktur (Jalan, Jembatan, Pertanian, Pariwisata, Kesehatan, Persampahan). Tujuhbelas, Penguatan Tata Kelola Lingkungan Hidup Berkelanjutan dan Ketahanan Bencana.


Bupati Verna menekankan tiga hal teknis yang harus segera disiapkan oleh masing-masing perangkat daerah. Yakni penelaahan Renstra dan Renja, penyusunan rencana aksi berbasis kinerja, dan penyusunan regulasi pendukung.

"Kita tidak bisa lagi bekerja secara sektoral dan parsial. Tahun 2025 adalah tahun konsolidasi dan akselerasi. Mari kita wujudkan birokrasi yang berorientasi pada hasil, yaitu birokrasi yang fokus pada output dan outcome, bukan hanya sekadar proses," jelasnya.(bud)

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Birokrasi #Fokus pada hasil #Pemkab Poso #Percepatan pembangunan daerah