RADAR PALU - Komitmen untuk memperkuat pengelolaan zakat di Sulawesi Tengah kembali ditegaskan melalui Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) RKAT 2026 oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sulteng.
Kegiatan yang digelar sejak Jumat (3/10/2025) hingga Minggu (5/10/2025) ini melibatkan seluruh unsur pimpinan Baznas kabupaten/kota se Sulteng yang diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah menuju Sulteng Bahagia yang berdaya dan berkeadilan.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua I Baznas Sulteng, Ashari, S.Sos., M.M., mengatakan yang mewakili Ketua Baznas Sulteng Prof. Dr. Hj. Dahlia Syuaib, S.H., M.A., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini.
Ia mengungkapkan, meski dalam kondisi kesehatan yang memprihatinkan, Ibu Ketua tetap berkomitmen hadir pada pembukaan Rakorda.
Ashari juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pimpinan Baznas RI atas kehadiran langsung. Menurutnya, kehadiran tokoh-tokoh nasional ini menjadi motivasi besar bagi Baznas Sulteng untuk semakin profesional dan berdampak.
Dalam laporannya, Ashari menjelaskan bahwa kegiatan Rakorda dan Bimtek RKAT 2026 diikuti oleh 59 peserta yang telah terkonfirmasi hadir, terdiri dari 34 peserta Rakorda yang merupakan perwakilan pimpinan Baznas kabupaten/kota, serta 25 peserta Bimtek dari unsur amil pelaksana.
“Rangkaian kegiatan mencakup pembukaan, sosialisasi sembilan resolusi hasil Rakornas 2025, penguatan fundraising, evaluasi kinerja, revitalisasi masjid, integrasi program zakat, serta pendampingan teknis penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026,” kata Ashari.
Kegiatan juga dirangkaikan dengan pameran UMKM hasil pelatihan kurasi produk yang telah diikuti 130 peserta binaan selama dua tahun terakhir. Produk-produk tersebut menjadi bukti nyata komitmen Baznas dalam menekan pengaruh praktik rentenir dan memperkuat ekonomi umat.
“Produk UMKM tersebut dibagikan secara gratis kepada narasumber, undangan, dan peserta sebagai bentuk apresiasi dan dukungan nyata terhadap pelaku usaha mikro,” sebutnya.
Rakorda kali ini mengusung tema “Membangun Harmoni Sosial dalam Mendukung Sulteng Bahagia, Masyarakat Sejahtera melalui Program Zakat.”
Tema ini menjadi tindak lanjut langsung dari Rakornas Baznas RI dan dirancang sebagai jembatan emas untuk menyinergikan sembilan resolusi Rakornas dengan sembilan program “Berani” Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
“Fokus pembahasan utama kegiatan meliputi penguatan hasil Rakornas untuk mempertajam peran zakat sebagai instrumen strategis menuju Indonesia Emas 2045, revitalisasi masjid melalui “Gerakan Masjid Berdaya dan Berdampak”, penanganan Komunitas Adat Terpencil (KAT) dengan program kolaboratif, serta penguatan sumber daya manusia amil agar pengelolaan zakat semakin profesional, akuntabel, dan berkelanjutan,” lanjut Ashari.
Sementara itu, Asisten III Setdaprov Sulteng Sadly Lesnusa dalam sambutannya mewakili Gubernur, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Baznas Sulteng atas penyelenggaraan kegiatan penting ini.
Menurutnya, Rakorda dan Bimtek perencanaan Baznas bukan hanya ajang koordinasi internal, melainkan juga instrumen sosial-ekonomi yang berperan penting dalam mengurangi kemiskinan, mempersempit kesenjangan, dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat.
“Forum ini sangat strategis. Melalui Rakorda dan Bimtek, kita dapat memperkuat koordinasi, menyatukan langkah, serta merancang program yang terukur, akuntabel, dan berkelanjutan. Kami berharap agar perencanaan BAZNAS sejalan dengan visi pembangunan daerah Sulawesi Tengah dan mendukung program prioritas pemerintah daerah, terutama dalam penuntasan kemiskinan, peningkatan SDM, serta pemberdayaan ekonomi,” ujar Sadly.
Ia menambahkan, Pemprov Sulteng berharap melalui Rakorda dan Bimtek ini akan lahir berbagai gagasan, program, serta perencanaan yang inovatif dan solutif. Baznas, kata dia, diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun Sulawesi Tengah yang lebih maju, berani, dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan itu juga diberikan secara simbolis bantuan ke Palestina dari Baznas Kota Palu melalui Baznas RI.(***)
Editor : Mugni Supardi