Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Panen Perdana Padi di Togo Mulya 10,24 ton per hektare, DPRD Morut Apresiasi Petani Hadapi Banjir

Muksin Sirajuddin • Senin, 6 Oktober 2025 | 14:59 WIB
PERDANA : Panen perdana padi di Desa Togo Mulya yang dihadiri Wakil Ketua Komisi I DPRD Morowali Utara, Sabtu (4/10/2025) capai produktivitas 10,24 ton per hektare.(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).
PERDANA : Panen perdana padi di Desa Togo Mulya yang dihadiri Wakil Ketua Komisi I DPRD Morowali Utara, Sabtu (4/10/2025) capai produktivitas 10,24 ton per hektare.(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).

RADAR PALU - Desa Togo Mulya, Kecamatan Petasia Barat, Kabupaten Morowali Utara (Morut) mencatat capaian luar biasa dalam panen perdana padi, Sabtu (04/10/2025). Meski wilayah ini setiap tahun menjadi langganan banjir dan dikepung aktivitas tambang, para petani tetap berhasil mencapai produktivitas hingga 10,24 ton per hektare.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Morowali Utara Arman Purama Marunduh yang menerima undangan Kepala Desa Togo Mulya Edi Nasar dalam panen perdana tersebut mengatakan capaian ini lahir dari kerja keras dan ketekunan petani yang tidak kenal menyerah.

"Kami sangat mengapresiasi semangat petani Togo Mulya yang tetap berjuang menjaga ketahanan pangan, meski di tengah tantangan banjir dan kepungan tambang," ujar Arman.

Dari total lebih 800 hektare sawah di Togo Mulya, sebanyak 736 hektare berhasil ditanami padi tahun ini. Hasil ini menjadi bukti bahwa petani mampu menjaga produksi pangan lokal di tengah berbagai keterbatasan.

Dalam diskusi bersama petani, Babinsa, penyuluh pertanian, dan pemerintah desa, terungkap beberapa kendala. Mulai dari ketersediaan benih yang terbatas dan sering terlambat, hingga harga gabah kering panen (GKP) yang masih di bawah harga acuan pemerintah Rp 6.500 per kilogram.

Sebagai bentuk dukungan, Arman menyatakan akan menyisihkan sebagian Pokok Pikiran (Pokir) DPRD untuk membantu penyediaan benih padi di Desa Togo Mulya.

"Sebagai pelayan masyarakat, kita harus hadir, mendengar, dan melayani dengan hati terbuka. Dari rakyatlah kita belajar arti sebenarnya dari pengabdian," tegasnya.

Arman juga berkomitmen memperjuangkan harga gabah agar sesuai dengan instruksi Presiden melalui Bulog. Ia menilai pejabat daerah harus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat, bukan menutupnya.

Kegiatan panen ini juga dihadiri penyuluh pertanian dan perwakilan Dinas Pertanian Morowali Utara. Mereka menyebut Panen perdana ini sebagai wujud nyata program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Kerja keras petani Togo Mulya adalah bentuk sinergi yang perlu terus kita jaga untuk masa depan ketahanan pangan Morowali Utara," sebut Arman.(ham)



Editor : Muchsin Siradjudin
#panen padi #Perdana #di Togo Mulya #DPRD Morowali Utara