RADAR PALU - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Palu mendukung siswanya dalam menghafal Al-quran. Kendati setiap pagi di hari Selasa sampai Kamis, ayat-ayat suci disenandungkan melalui sound sistem sekolah.
Metode ini berasal dari sistem boarding school yang merupakan program turunan dari salah satu program unggulan MAN 2 Palu yakni Madrasah Berasrama.
Kepala Madrasah (Kamad) Dr. Taufik Abd. Rahim mengatakan, boarding school dimaksudkan agar pembelajaran lebih efektif dan maksimal.
Setelah siswa mengikuti pembelajaran reguler, mereka akan beraktivitas layaknya santri. Aktivitas itu meliputi salat wajib, olahraga, pembelajaran tahfiz quraan, makan malam, serta pembelajan lainnya hingga pukul 10 malam. Tenaga pendidik sendiri terdiri dari guru dan pengajar dari luar madrasah.
“Ini merupakan program andalan sehingga diharapkan bisa melahirkan para siswa dan siswi yang memiliki kemampuan akademik, kemudian memiliki kemampuan bahasa, dan kajian-kajian kitab. Lebih khusus lagi, diharapkan bisa memiliki kemampuan hafalan di bidang Al-quran sehingga lahir para hafiz-hafizah, penghafal Al-quraan,” harap Taufiq.
Menurutnya, metode ini juga sebagai cara untuk menghidupkan suasana di kelas. “Program boarding school ini kami siapkan untuk mencetak siswa-siswa yang orang tuanya mampu memfasilitasi mereka untuk mendapatkan pembimbingan yang lebih,” lanjutnya.
Lantunan tersebut diputar di sela aktivitas siswa. Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Bidang Prasarana dan Sarana akan memutarkan ayat suci sebanyak tiga kali.
Setelah mendengarnya, siswa akan berpasangan dengan temannya untuk menghafal sebelum disetorkan ke guru Tahfiz. Siswa yang menghafal ialah santri yang masuk program boarding scool atau asrama.
Program tersebut dijalani siswa selama tiga tahun. Lewat program ini, orang tua murid menitipkan anaknya untuk menjadi santri. Biaya pun terjangkau, siswa mendapatkan fasilitas tempat tidur, makan tiga kali sehari, serta bimbingan khusus ilmu agama, bahasa, sains, dan keilmuan lainnya.
Asrama MAN 2 Palu sendiri terdiri dari masing-masing dua gedung bagi santri putra dan putri. Saat ini, santri MAN 2 Palu sudah mencapai angka 127.
Boarding School MAN 2 Palu juga ketat terhadap aturan. Bagi santri yang berhenti di tengah masa pembelajaran akan dikeluarkan dari sekolah. Olehnya, dibutuhkan komitmen antara siswa, orang tua, dan sekolah.(***)
Editor : Mugni Supardi