RADAR PALU - Kepala SMP Negeri 3 Palu menargetkan meraih Adiwiyata Nasional tahun 2026. Impian ini perlahan diwujudkan dengan shade house atau rumah paranet yang terletak di bagian dalam bangunan sekolah. Hal ini turut disampaikan oleh Kepala SMPN 3 Palu, Arief saat ditemui Radar Palu, Senin (30/9/2025).
Dari pantauan media ini, halaman SMPN 3 Palu tampak asri dengan berbagai tumbuhan hijau. Sampah pun raib. Penampakan itu simbol komitmen SMPN 3 Palu dalam merealisasikan Adiwiyata Nasional.
“Ke depan, tahun 2026 kami mendorong sekolah untuk masuk Adiwiyata Nasional. Tentunya upaya kami lakukan untuk masalah pengelolaan sampah. Untuk sekarang ini belum optimal karena memang infrastrukturnya belum diselesaikan. Jadi, Adiwiyata Nasional itu semua sudah bagus,” beber Kepsek Arief.
Mantan Kepala SMPN 6 Palu itu merancang pengelolaan sampah yang akan melibatkan semua warga sekolah baik siswa, guru, staf, hingga pedagang di kantin.
Meski saat ini, sampah masih diangkut truk sanitasi dan berujung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Namun, sekolah sudah menerapkan pemilahan sampah organik dan non organik walau belum terlaksana secara maksimal.
“Ada yang dipilah itu kan kalo yang daun, yang organik itu kan kami jadikan pupuk bisa itu. Dulu di SMPN 6 begitu, sampai sekarang berjalan," katanya.
Di samping itu, untuk sampah non organik yang masih bernilai seperti plastik akan dijual kembali. Di sisi lain, edukasi pada murid dan pedagang di kantin sekolah terus digencarkan.
Sekolah pun menumbuhkan budaya minim penggunaan plastik salah satunya dengan penganjuran membawa tumbler dan kotak makan bagi seluruh siswa.
Dia juga menambahkan, bahwa rencana ini perlu diwujudkan perlahan dengan cara mengedukasi serta memberikan contoh. Selain itu, lingkungan sekolah harus ditata rapi agar siswa tergerak untuk ikut menjaga lingkungan.(***)
Editor : Mugni Supardi