RADAR PALU - Wagub Sulteng dr. Reny A. Lamadjido mengapresiasi pelaksanaan Professional General Practitioners Exhibition and Training (PGP EXTRA) XVI dengan tema GEMINI (General Practitioners In Medical Emergency and Primary Care Readiness) yang dipelopori oleh Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Cabang Sulawesi Tengah.
Kegiatan yang digelar di Hotel Best Western Plus Coco Palu, Sabtu-Minggu (20-21/9/2025) ini juga dirangkaikan dengan Konferensi Cabang (Konfercab).
“PGP Extra ini sebagai ajang mempererat tali silaturahmi sesama teman sejawat, juga untuk meningkatkan kompetensi sejawat dokter, dan turut membangun sinergitas dengan pemerintah daerah dan berbagai mitra eksternal. Saya minta terus jaga kekompakan yang selama ini sudah terjalin dengan sangat baik,” kata dr Reny.
dr Reny menambahkan, bahwa dokter umum adalah garda terdepan untuk pelayanan kesehatan baik itu di Puskesmas dan Rumah Sakit, agar tidak menolak pasien yang hanya membawa KTP Sulawesi Tengah.
“Langsung masukan di Berani Sehat lewat aplikasi Sehati, Provinsi yang membayar,” sebutnya.
Menurutnya, pasien bersangkutan sudah dijamin lewat Program Berani Sehat, sebuah terobosan layanan kesehatan gratis yang mengakomodir pasien belum masuk kepesertaan BPJS Kesehatan sekaligus yang menunggak iuran. “Jadi bisa berobat secara gratis melalui skema UHC Prioritas,” singkatnya.
Terkait dengan Konfercab, kata dr Reny siapapun kandidat terpilih sebagai Ketua PDUI yang baru itu seharusnya didukung dan disupport agar supaya PDUI tetap berjaya.
“Bisa memilih yang terbaik dan lebih kapabel, sehingga ke depan PDUI bisa menyamai dr Akbar dan dr Ketut, kalau ada apa-apa langsung minta petunjuk,” ungkap Wagub Sulteng.
Sedangkan Ketua PDUI Sulteng Dr dr Ketut Suarayasa mengatakan, PDUI Sulteng tetap terus konsisten melaksanakan PGP Extra dari semenjak 2010 silam hingga saat ini sudah masuk 16 kali. “Kalau di PDUI Pusat itu baru yang ke 15,” kata dr Ketut.
PGP Extra ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam kasus kegawatdaruratan medis, serta memberikan pelayanan secara komprehensif, sehingga dapat memberikan penanganan awal yang tepat, cepat dan berkesinambungan dalam situasi darurat sesuai standar pelayanan medis.
“Intinya kebersamaan, ini yang terus kita rajut, terus kita kembangkan dan konsisten di bawah rumah besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI). PDUI tetap komitmen di bawah bendera besar IDI,” kata dr Ketut.
Sementara itu, terkait Konfercab PDUI Sulteng sebut dr Ketut Suarayasa diikuti oleh 11 sekretariat, yang belum terbentuk itu di Banggai Laut dan Kota Palu yang memang tidak dibentuk. 11 sekretariat itu sudah memberikan hak suaranya untuk melakukan pemilihan ketua.
“Karena saya sudah dua periode, makanya dipilih ketua baru. Tadi ada tiga kandidat yang maju,” terangnya.
dr Ketut berharap kepada Ketua PDUI yang terpilih dapat melanjutkan kegiatan PDUI dalam hal ini PGP sebagai even tahunan, bahkan bukan hanya dilanjutkan tetapi ditingkatkan kembali karena tantangan ke depan pastinya semakin berbeda.
“Di era teknologi, informasi, virtual kebutuhan anak-anak sekarang berbeda, tentu butuh kreasi dan inovasi dalam kegiatan PGP, sehingga lebih menarik,” jelasnya.
Namun intinya kata dia, peningkatan kompetensi dalam kegiatan PGP Extra tetap dilanjutkan, dan setiap daerah lebih disupport lagi oleh PDUI Cabang untuk melakukan kegiatan yang mungkin ada beberapa yang vakum bisa disupport agar supaya bergerak.
“Yang terakhir kebersamaan, karena tujuan dari dibentuknya organisasi ini bukan hanya untuk peningkatan kompetensi, tetapi bagaimana menjaga kebersamaan diantara sejawat dokter umum se Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Untuk diketahui, kandidat yang maju sebagai calon Ketua PDUI Sulteng periode 2025 - 2028 adalah dr. David Pakaya, M.Biomed, dr. Virani, M.Biomed, dan dr. Rosalin Lago, MPH. Dan yang terpilih ialah dr. Rosalin Lago, MPH.(acm)
Editor : Mugni Supardi