RADAR PALU - Sejumlah tenaga honorer yang mengabdi di sejumlah Kecamatan mendatangi kantor DPRD Donggala, Jumat (19/9/25). Para honorer tersebut berdiskusi langsung dengan Ketua DPRD Donggala, Moh Taufik di ruang kerjanya.
Dalam pertemuan itu terungkap ada honorer yang sudah mengabdi kurang lebih 15 tahun. Namun tidak terakomodir masuk dalam formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Ironisnya, mereka juga tidak terakomodir sebagai P3K paruh waktu Pemkab Donggala.
Baca Juga: Tim Medis RSUP Wahidin Makassar Diterjunkan Tangani Korban Keracunan Massal di Bangkep
“Saya ba honor di Banawa Tengah dari zamannya pak Habir Ponulele. Nota Dinas. Kemudian saya ikut suami ke Malonas Kecamatan Dampelas,” ungkap Elfa.
Baca Juga: Empati Sang Ketua Fraksi PKS: Bunda Wiwik Terenyuh dan Menangis Saat Menyerahkan Bantuan Kursi Roda
Elfa menuturkan, ia sempat mengikuti seleksi penerimaan P3K. Namun tak lulus. Menurut Elfa, formasi mereka diambil oleh orang-orang dari luar kecamatan.
“Begitu juga saat kami ikut ujian P3K paruh waktu, kami tidak lulus juga. Kami mencari keadilan,” ucapnya.
Menurut Elfa, berdasarkan keterangan dari pihak BKN, honorer yang tidak lulus formasi P3K, maka akan diakomodir sebagai P3K paruh waktu. Namun sayangnya honorer di kecamatan hingga kini tidak terakomodir. Termasuk dirinya.
Baca Juga: Marak Pelajar Keracunan Menu MBG, PW PII Sulteng Beri Respon Tegas
“Dengan kami di Kecamatan ini ada siluman P3K. Bisa kami buktikan,” sebutnya.
Baca Juga: DPRD Palu Tinjau Lokasi Tambang di Taipa, Bahas Keluhan Nelayan
Sementara itu, Ketua DPRD Donggala, Moh Taufik, menyayangkan para honorer di Kecamatan tidak terakomodir pada formasi P3K. Apalagi tak mendapatkan porsi pada paruh waktu P3K.
“Ini penting bagi kita untuk memperhatikan lagi nasib mereka,” sebut Taufik.
Apalagi sambung Taufik, ada sejumlah tenaga operator di Kecamatan yang tak lulus P3K maupun P3K Paruh waktu. Hal itu menurut Taufik bisa menghambat proses administrasi keuangan di kantor Camat.
“Kita belum bisa menjanjikan apa-apa. Tapi pada prinsipnya saya akan menyampaikan aspirasi ini kepada kepala daerah. Semoga ini bisa menjadi perhatian,” ucap Taufik.
Baca Juga: Diduga Bawa Ganja ke Sekolah, Siswa SMA Negeri 1 Palu Ternyata Negatif Narkoba
Bertepatan kata Taufik, dirinya bersama Bupati Donggala akan melakukan konsultasi ke BKN terkait nasib honorer dan P3K.
“Nanti hasilnya akan kami sampaikan,” tandas politisi NasDem ini.
Dalam kesempatan itu, tenaga honorer yang datang berasal dari Kecamatan Banawa Tengah, Banawa Selatan, Tanatovea, Balaesang dan Dampelas.(ujs)