RADAR PALU - Tim Dosen Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako (Untad) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan mengangkat tema 'Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Kelompok PKK Melalui Pengolahan Kerang Air Tawar di Desa Talaga, Kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala.
Dalam PKM tentang pengolahan kerang air tawar ini dilakukan secara langsung di Balai Desa Talaga dan diikuti oleh 26 orang peserta yang terdiri dari anggota PKK Desa Talaga.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Desa Talaga, Maskar Karama, A.Md. Dalam kesempatan itu, Ketua PKK Desa Talaga, Dra. Neneng Ratih Kurniasari, MM juga turut hadir.
Dalam sambutannya, Maskar Karama menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim Dosen Fakultas Peternakan dan Perikanan Untad yang telah melakukan kegiatan PKM di Desa Talaga.
"Materi yang disampaikan sangat tepat sasaran, mengingat materinya sangat dibutuhkan untuk pemberdayaan masyarakat dan mengatasi permasalahan ketersediaan pangan," ujar Maskar Karama.
Ketua PKK Desa Talaga Neneng Ratih Kurniasari menambahkan PKM yang memanfaatkan salah satu potensi yang dimiliki Desa Talaga ini diharapkan lebih sering dilakukan oleh akademisi terutama Universitas Tadulako.
"Sehingga masyarakat lebih berdaya dan menambah pendapatan masyarakat," sebutnya.
Salah satu tim dosen PKM Fakultas Peternakan dan Perikanan Untad, Dr. Andi Pertiwi Damayanti, S.Pt., M.Si. mengatakan Danau Dampelas yang terletak di Desa Talaga, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah selain memiliki daya tarik pariwisata, potensi di bidang perikanan juga sangat menjanjikan, antara lain kerang air tawar.
Dari hasil penelitian dosen Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako (Untad) Prof. Dr. Ir. Novalina Serdiati, M.Si, dkk mengidentifikasi di Danau Dampelas terdapat dua jenis kerang air tawar, yaitu Pilsbryoconcha exilis dan Sinanodonta woodiana.
"Kedua jenis kerang ini memiliki nilai ekonomis dan bisa dimanfaatkan sebagai bahan makanan serta meningkatkan pendapatan masyarakat," kata Andi Pertiwi kepada Radar Palu.
PKM yang didanai melalui hibah DPPM Kementerian Pendidikan Tinggi Riset dan Sains skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun 2025 ini memanfaatkan potensi bivalvia/kerang air tawar yang melimpah di Danau Dampelas.
Kegiatan ini diketuai oleh Madinawati, S.Pi., M.Si (Dosen Program Studi Akuakultur) anggotanya masing-masing Dr. Ir. Samliok Ndobe, M.Si dari Program Studi Akuakultur dan Dr. Andi Pertiwi Damayanti, S.Pt., M.Si dari Program Studi Peternakan. Selain itu dilibatkan mahasiswa aktif dua orang yaitu Rahmat Alapi dan Abdul Djafar Sabri keduanya dari Program Studi Akuakultur.
Andi Pertiwi menjelaskan bahwa dalam PKM ini tim dosen menerapkan dua bentuk olahan makanan berbahan baku kerang air tawar yaitu olahan erang presto dan asap.
Dengan begitu dapat membantu masyarakat di lokasi kegiatan PKM dalam meningkatkan keterampilan mengolah bahan baku kerang air tawar menjadi bahan makanan.
"Dengan memanfaatkan potensi kerang air tawar bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kami juga membantu dalam hal manajemen produksi sehingga produk yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara sehat dan ekonomis," kata Andi Pertiwi.
Menurutnya juga dengan PKM ini dapat menghasilkan calon-calon wirausaha yang dimulai dari kelompok ibu- ibu PPK Desa Talaga, yang diharapkan dapat memproduksi minimal dua hasil olahan kerang air tawar.
"Sekaligus menjadikan Desa Talaga yang memiliki potensi kerang air tawar yang selama ini belum dimanfaatkan sebagai penghasil olahan kerang air tawar sebagai bahan makanan," ungkapnya.
Kegiatan PKM ini sendiri dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu pelaksanaan survei awal dan konsolidasi dengan peserta pengabdi dilaksanakan 17-18 Juli 2025. Sosialisasi dan pemahaman program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan tanggal 21-24 Juli 2025
Serta pemaparan program dan materi pelatihan (manajemen usaha, manfaat kerang untuk kesehatan, teknologi penglahan kerang untuk konsumsi) dan demonstrasi pengolahan kerang air tawar (pembuatan/pengolahan daging kerang presto dan asap).
Pada akhir kegiatan juga diserahkan peralatan berupa panci pembuatan kerang presto dan alat pengasapan kerang.(***)
Editor : Mugni Supardi