RADAR PALU – Program DIGI-FOOT Care hadir di Puskesmas Kayuwou, Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala, sebagai upaya meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam mendeteksi dini ulkus kaki diabetik.
Program ini merupakan inovasi berbasis kecerdasan buatan yang digagas oleh tim pengabdian masyarakat Universitas Tadulako, dipimpin dr. Ayu Sekarani Damana Putri, M.Biomed, Sp.PD serta mendapatkan dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia tahun anggaran 2025.
Program DIGI-FOOT Care merupakan inovasi pengabdian masyarakat yang berfokus pada deteksi dini dan perawatan kaki diabetik melalui pelatihan pemeriksaan monofilament dan ankle brachial index (ABI) untuk kader kesehatan dan perawat di Puskesmas Kayuwou, Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memberdayakan kader dan perawat agar mampu melakukan deteksi dini kaki diabetik dengan metode monofilament dan ankle brachial index. Harapannya, komplikasi dapat dicegah lebih awal,” ujar dr. Ayu.
Kegiatan berlangsung sejak Juni hingga September 2025 dengan beberapa tahapan, mulai dari persiapan modul edukasi, seminar awam, hingga pelatihan teknis.
Pada seminar berjudul Deteksi Dini dan Perawatan Ulkus Kaki Diabetes, tim menghadirkan dr. Diaz Aditya Hamdani sebagai pemateri dan diikuti sekitar 50 kader kesehatan.
Pelatihan teknis dilaksanakan pada 20 Juli 2025 di Aula Puskesmas Kayuwou, melibatkan 45 peserta terdiri dari kader kesehatan, perawat, serta pasien diabetes sebagai sukarelawan praktik. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta hingga 45 persen, dengan 85 persen peserta lulus uji praktik.
“Kami melihat antusiasme yang tinggi. Peserta tidak hanya memahami teori, tapi juga mampu mempraktikkan langsung pemeriksaan kaki diabetik pada pasien,” jelas dr. Ayu.
Sebagai bentuk keberlanjutan, tim juga menyerahkan satu set alat skrining kaki diabetik kepada Puskesmas Kayuwou, terdiri dari doppler vaskular, tensimeter, monofilament, hingga modul edukasi. Kepala Puskesmas Kayuwou, Effendi, SKM, menyambut baik dukungan ini.
Baca Juga: Aksi Unjukrasa Damai Siswa SMA 5 Palu Pertanyakan Dana Ekstrakurikuler Siswa
“Alat ini sangat membantu tenaga kesehatan kami dalam melakukan pemeriksaan rutin kepada pasien diabetes. Dengan begitu, manfaat pelatihan dapat langsung diaplikasikan di lapangan,” katanya.
Selain pelatihan, tim DIGI-FOOT Care juga mendampingi kader dan perawat dalam skrining kaki diabetik pada program Penyakit Tidak Menular (PTM) di Agustus–September 2025. Pasien diabetes mendapat pemeriksaan rutin, sementara kader semakin terampil dalam praktik lapangan.
“Kegiatan ini membuktikan bahwa dengan kolaborasi, deteksi dini kaki diabetik bisa dilakukan hingga ke wilayah terpencil. Semoga menjadi langkah nyata mencegah komplikasi serius,” tutup dr. Ayu. (*)
Editor : Taswin