Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Kemiri Asal Desa Bale Dipasarkan Secara Digital, Digagas Fakultas Teknik Untad Bersama Kepala Desa

Mugni Supardi • Minggu, 14 September 2025 | 21:34 WIB
PEMASARAN KEMIRI : Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) oleh Fakultas Teknik Univesitas Tadulako bekerjama dengan Pemerintah Desa Bale Kecamatan Tanatove Kabupaten Donggala, pada Sabtu 13 September 2025
PEMASARAN KEMIRI : Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) oleh Fakultas Teknik Univesitas Tadulako bekerjama dengan Pemerintah Desa Bale Kecamatan Tanatove Kabupaten Donggala, pada Sabtu 13 September 2025

RADAR PALU - Fakultas Teknik Univesitas Tadulako bekerjasama dengan Pemerintah Desa Bale Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada Sabtu 13 September 2025.

PKM dalah sebuah aktivitas yang bertujuan untuk memberikan bantuan kepada komunitas dalam berbagai pekerjaan dengan tagline, Optimalisasi Konten Digital untuk Pemasaran Kemiri di Desa Bale Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala Melalui Pelatihan.

Kegiatan tersebut langsung dibuka Kepala Desa Bale, Adam. Dihadapan peserta, ia mengaku merasa senang dan terbantu karena kegiatan ini berbentuk pelatihan yang diikuti remaja melek teknologi di desa bale. ''Semoga kegiatan ini bemanfaat untuk masyarakat desa bale," ujar Adam.

Ketua Tim Kegiatan Dr Ir Nirmala, MT menyampaikan program ini merupakan kegiatan rutin yang biayai DIPA Fakultas Teknik Universitas Tadulako Tahun 2025. 

Pengabdian Kepada Masyararakat (PKM) katanya, untuk memberikan kontribusi nyata bagi negara, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan bangsa. Aktivitas pengabdian masyarakat menjadi salah satu elemen kunci dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. 

Pengabdian masyarakat adalah salah satu komponen utama dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, menciptakan inovasi, serta melestarikan dan mengembangkan ilmu yang berkualitas dan bermanfaat untuk masyarakat. 

Beragam bentuk kegiatan pengabdian masyarakat tersedia, termasuk pelatihan Optimalisasi Konten Digital. Selain itu, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia di tempat kegiatan dilaksanakan dengan harapan potensi kemiri yang ada di desa Bale bisa dipasarkan secara digital.

Salah satu anggota tim Dr Ir. Tutang Muhtar mengungkapkan kekaguman dengan desa Bale dengan sejuta potensi, salah satunya memiliki potensi besar sebagai penghasil kemiri. 

Seperti diketahui kemiri merupakan tanaman tropis yang sangat bermanfaat digunakan sebagai bahan pupuk dan juga biji kemiri banyak digunakan sebagai bahan tambahan makanan. 

Hasil tinjauan awal di lokasi pemanfaatannya belum optimal karena keterbatasan dalam pengolahan dan pemasaran dari penduduknya. 

Mayoritas warga adalah petani kemiri yang masih menjual hasil panen secara mentah melalui perantara, sehingga harga jual rendah. 

 

Hal ini disebabkan minimnya keterampilan digital dan branding produk turut menghambat daya saing kemiri di pasar yang lebih luas, sehingga menjadi tantangan masyarakat di desa Bale karena terbatasnya literasi digital dan terbatasnya akses pelatihan pemasaran digital.

Anggota Tim Lainya Dr Ir. Fahirah, Andi Rizal M.T, Fritswel Ratmady M.T dan William Arrang Sarungallo MT bergantian menyampaikan materi dan pendampingan terhadap peserta pelatihan tentang perkenalkan dengan dasar-dasar pemasaran digital, penggunaan media sosial (Facebook, Instagram, WhatsApp Business), serta marketplace lokal dan nasional dan Peserta mempraktikkan pembuatan konten dengan memanfaatkan smartphone dan aplikasi desain sederhana (Canva).

Salah satu peserta pelatihan mengungkapkan Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan konten digital dan manajemen usaha memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas pelaku usaha kemiri di Desa Bale, yaitu dampak pada Pemasaran, penggunaan media sosial mulai mengurangi ketergantungan peserta pada perantara, membuka peluang harga jual yang lebih baik dan dampak pada Kemandirian usaha adalah para peserta juga mulai menyadari potensi pengolahan kemiri, sebagai langkah awal menuju diversifikasi usaha. (*/lib)

Editor : Mugni Supardi
#Pengabdian kepada masyarakat #Desa Bale #Fakultas Teknik Universitas Tadulako #kabupaten donggala #Kecamatan Tanantovea