Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Panen Raya Perdana di Sibalaya Utara, Sigi Tunjukan Hasil Nyata Optimalisasi Lahan

Muksin Sirajuddin • Minggu, 7 September 2025 | 16:15 WIB

 

PANEN RAYA : Suasana panen raya padi di Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava, pada Kamis (04/09/2025).(FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU).   
PANEN RAYA : Suasana panen raya padi di Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava, pada Kamis (04/09/2025).(FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU).  

RADAR PALU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah, menggelar panen raya padi di Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava, pada Kamis (04/09/2025).

Panen raya ini dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian RI Andi Nur Alamsyah, jajaran Forkopimda Sigi, serta sejumlah tamu undangan.

Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, dalam sambutannya menegaskan bahwa panen raya ini merupakan panen perdana di Sibalaya Utara setelah sistem irigasi yang rusak akibat gempa dan likuefaksi tahun 2018 berhasil dipulihkan.

“Hari ini kami sangat bersyukur. Berkat dukungan Bapak Gubernur dan Balai Sungai, irigasi yang sempat hancur kini berfungsi kembali. Air sudah cukup sehingga petani bisa menanam dan memanen padi secara serentak,” ujar Rizal.

Menurut Rizal, pola tanam serentak terbukti efektif menekan serangan hama dan mengurangi kerugian petani.

“Biasanya petani harus pakai tali-tali pengusir burung, tapi kali ini tidak perlu. Karena luas lahan yang serempak dipanen membuat hama bingung mau menyerang yang mana,” katanya.

Rizal memaparkan, luas tanam padi di wilayah itu mencapai 16.209 hektare, dengan capaian panen sekitar 600 hektare pada kesempatan tersebut. Panen akan berlanjut hingga ribuan hektare dalam beberapa hari ke depan.

Namun ia mengakui masih ada kendala distribusi air dari irigasi yang belum merata, serta keterbatasan alat mesin pertanian (alsintan).

“Kemarin kami dapat bantuan satu unit combine harvester, tapi dengan luasan ini masih dibutuhkan minimal dua unit lagi,” jelasnya.

Ia juga meminta perhatian pemerintah pusat terkait regulasi pengadaan bibit, pupuk, dan alsintan yang saat ini terbatas kewenangan daerah, serta soal asuransi pertanian yang belum disubsidi.

Lebih jauh, Rizal menegaskan bahwa Sigi akan terus berkomitmen menjadi kabupaten berbasis pertanian dengan konsep ekonomi hijau.

“Sigi tidak punya laut. Karena itu, kami memilih emas hijau, bukan emas kuning. Beberapa tambang ilegal sudah kami tutup sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Rizal juga melaporkan pengembangan Koperasi Merah Putih yang fokus pada sektor pertanian.

“Kami memilih koperasi bergerak di pertanian, bukan simpan pinjam. Di Desa Maku, koperasi ini sedang mengakses pinjaman Rp 1 miliar dari Bank BRI. Dana itu akan dikelola untuk pembelian bibit, pupuk, hingga pembelian hasil panen, agar perputaran ekonomi berjalan baik,” jelas Rizal.

Ke depan, Pemkab Sigi juga menyiapkan 1.200 hektare lahan baru untuk panen raya berikutnya, dengan alokasi dana Rp 5 miliar untuk optimalisasi. Selain itu, Pemprov Sulteng turut membantu dengan program cetak sawah baru seluas 4.000 hektare, dari total 10.000 hektare lahan yang siap digarap di Kabupaten Sigi.

“Dari 16 kecamatan dan 177 desa di Sigi, kami siap menjadi penyumbang pangan sesuai Asta Cita Presiden Prabowo. Insya Allah dengan pola tanam serentak, penyediaan bibit, serta dukungan sarana prasarana, pertanian Sigi akan semakin maju,” pungkas Rizal.(gel)

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Hasil nyata #Cetak Sawah Baru #Optimalisasi lahan #Sibalaya Utara Kabupaten Sigi #Panen raya perdana