Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Pemkab Sigi Usulkan Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Dorong Potensi Pertanian dan Ekonomi Lokal

Muksin Sirajuddin • Minggu, 7 September 2025 | 15:26 WIB
USULAN : Bupati Sigi Moh. Rizal Intjenae saat bertemu dengan Wamen Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, mengusulkan peningkatan kesejahteraan warga transmigrasi di Kabupaten Sigi.(FOTO : ANGEL SUMBARA/RAD
USULAN : Bupati Sigi Moh. Rizal Intjenae saat bertemu dengan Wamen Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, mengusulkan peningkatan kesejahteraan warga transmigrasi di Kabupaten Sigi.(FOTO : ANGEL SUMBARA/RAD

 

RADAR PALU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah, mengusulkan sejumlah pembangunan infrastruktur di kawasan transmigrasi kepada Kementerian Transmigrasi. Usulan ini dinilai penting untuk mempercepat pengembangan wilayah transmigrasi, membuka akses pasar, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat transmigran.

Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, mengatakan percepatan pengembangan Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Bulupountu di Desa Sidera dan UPT Lembantongoa di Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, menjadi prioritas pemerintah daerah.

“Di Kabupaten Sigi terdapat dua kawasan transmigrasi, yakni di Kecamatan Sigi Biromaru dan Palolo. Kawasan ini sangat berpotensi untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian sekaligus menjadi penopang kesejahteraan masyarakat transmigran dan warga sekitarnya,” ujarnya saat ditemui di Kantor Bupati Sigi, Kamis (04/09/2025).

Menurut Rizal, usulan infrastruktur yang disampaikan meliputi pembangunan dan rehabilitasi sarana air bersih, puskesmas pembantu, jalan, serta instalasi listrik.

Pemkab juga mendorong dukungan pemerintah pusat dalam pengadaan alat pertanian, bibit unggul seperti kopi, durian, kakao, dan jengkol, serta penyediaan ternak kambing dan sapi.

“Kalau ada jalan dan jembatan yang memadai, akses pasar akan terbuka dan distribusi hasil panen petani bisa lebih lancar. Ini kebutuhan mendasar yang harus segera diwujudkan,” katanya.

Bupati menambahkan, sejumlah persoalan masih dihadapi masyarakat transmigrasi, antara lain minimnya sarana pengolahan hasil pertanian, sulitnya memasarkan hasil panen karena keterbatasan akses transportasi, serta lemahnya kelembagaan kelompok usaha tani. Hal ini, menurutnya, berimbas pada rendahnya daya saing produk pertanian lokal.

“Kawasan Bulupountu misalnya, punya potensi besar dalam pengembangan bawang batu menjadi produk bawang garing. Kalau ini dikembangkan dengan dukungan program industri berbasis potensi lokal, tentu akan memberi nilai tambah bagi perekonomian masyarakat transmigrasi,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri (Wamen) Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menyatakan dukungan penuh terhadap permohonan Pemkab Sigi. Ia menegaskan pengembangan kawasan transmigrasi harus berkolaborasi lintas kementerian agar hasilnya lebih maksimal.

“Kami pasti mendorong pengembangan komoditas strategis seperti durian dan bawang batu melalui proposal yang akan dikolaborasikan dengan Kementerian Pertanian. Pemberdayaan petani transmigrasi memang menjadi bagian dari tugas kami, tapi sinergi dengan kementerian lain sangat penting agar hasilnya optimal,” ungkapnya dalam keterangan tertulisnya.

Ia memastikan Kementerian Transmigrasi bersama kementerian terkait segera merumuskan langkah konkret untuk mendorong percepatan pembangunan di wilayah transmigrasi Kabupaten Sigi.

“Wilayah transmigrasi di Lembantongoa harus keluar dari kategori daerah tertinggal. Kawasan ini punya produksi kopi yang sangat potensial dan harus kita dorong untuk menjadi kekuatan ekonomi baru,” tuturnya.

Dengan dukungan infrastruktur memadai serta pengembangan potensi pertanian lokal, Pemkab Sigi berharap kawasan transmigrasi tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(gel)



Editor : Muchsin Siradjudin
#Dorong potensi pertanian #Pemkab Sigi #Ekonomi lokal #Produksi kopi #Pengembangan kawasan transmigrasi