RADAR PALU - Masyarakat yang menikmati libur panjang di akhir pekan ini dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW akan ditutup dengan fenomena langka dan klasik.
Fenomena gerhana bulan total, yang dapat disaksikan di Indonesia tak terkecuali di Kota Palu bila cuaca cerah pada Minggu malam (7/9) atau bertepatan dengan 14 Rabiul Awal 1447 Hijriah. Puncak gerhana bulan akan terjadi hingga Senin (8/9) dini hari.
"Kami di Stasiun Geofisika Kelas I Palu akan melakukan pemantauan gerhana bulan total nanti pada 7 September hingga puncak gerhana bulan total 8 September dini hari," kata Koordinator Data dan Informasi (Datin) BMKG Geofisika Kelas I Palu, Nurhayati kepada Radar Palu.
Fenomena ini dapat dinikmati dengan mata telanjang, maupun lebih jelas dengan teleskop. Untuk durasi totalitas berlangsung selama 1 jam 22 menit, mulai sekitar pukul 01.30 WITA hingga 02.53 WITA
Menurut rilis BMKG, gerhana bulan kali ini merupakan gerhana ketiga dari empat kejadian gerhana bulan yang dapat disaksikan di dunia tahun ini.
Yang istimewa, gerhana bulan kali ini merupakan gerhana bulan total, dan satu-satunya gerhana bulan yang dapat disaksikan dari Indonesia secara utuh.
BMKG menyebutkan gerhana bulan adalah peristiwa terhalanginya cahaya matahari oleh bumi sehingga tidaksemuanya sampai ke Bulan.
Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi, dan bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya.
Gerhana bulan total terjadi saat posisi Matahari-Bumi-Bulan sejajar (di satu garis lurus). Hal ini membuat bulan masuk ke bayangan inti (umbra) bumi. Saat puncak gerhana terjadi, bulan akan terlihat berwarna merah jika langit cerah. Warna merah pada bulan disebabkan oleh hamburan rayleigh di atmosfer bumi.
Cahaya matahari yang melewati atmosfer bumi akan terhambur, sehingga cahaya dengan panjang gelombang pendek seperti biru akan tersebar lebih banyak, sementara cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang seperti merah akan lolos dan mencapai permukaan bulan, sehingga bulan tampak merah.
Disarankan untuk menyaksikan gerhana bulan total dapat dilakukan di wilayah yang minim cahaya.(***)
Editor : Mugni Supardi