RADAR PALU - Realisasi program Makanan Berisi Gratis (MBG) di Poso makin di perluas. Jika sebelumnya bari di wilayah kecamatan Poso Kota Bersaudara, MBG sekarang sudah masuk dan terlaksana di kecamatan Lage. Di Poso, peluncuran program MBG memang dilaksanakan bertahap di wilayah kecamatan berbeda.
Sekkab Poso Heningsih Tampai mengatakan program MBG merupakan inisiatif strategis dari pemerintah pusat yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini melalui pemenuhan gizi yang cukup dan seimbang.
"Ini adalah bentuk nyata dari komitmen negara dalam menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing," katanya saat melaunching program MBG di desa Tagolu kecamatan Lage.
Pemerintah daerah, lanjutnya, memiliki tanggung jawab penuh untuk menjalankan dan mensukseskan program nasional ini.
"Oleh karena itu, pelaksanaan MBG di Kabupaten Poso akan dilakukan secara bertahap, terencana, dan tepat sasaran, guna memastikan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," bilang dia.
Dengan peluncuran program MBG diharapkan masyarakat Poso dapat memperoleh akses terhadap makanan bergizi yang layak, sehingga mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing di masa mendatang.
Launching MBG di Lage, Sekkab Heningsih tampak turun langsung membagikan makanan secara simbolis di dua sekolah di Tagolu yaitu di SDN 1 Tagolu dan SMA 1 Tagolu. Dia di dampingi sejumlah kepala OPD, Camat Lage, serta para kepala sekolah.
Sementara Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkomitmen memperluas jangkauan MBG ke daerah lain. Program ini dirancang agar siswa di berbagai wilayah mendapat akses makanan sehat yang setara.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid menegaskan kolaborasi dengan platform digital akan mempercepat distribusi makanan. Kemkomdigi siap menjadi penghubung agar sinergi ini berdampak nyata bagi masyarakat.
''Kementerian Komdigi siap menjadi penghubung untuk mendorong sinergi antara platform digital dan ekosistem kami, sehingga program ini dapat menyasar daerah-daerah yang membutuhkan,'' ujar Meutya. (bud)
Editor : Muchsin Siradjudin