Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Satu Korban Gempa Poso Meninggal Dunia, Diumumkan Pemerintah Desa Masani Lewat Pengeras Suara

Mugni Supardi • Minggu, 17 Agustus 2025 | 22:35 WIB

Katrin Kande saat jalani perawatan intensif di RSUD Poso.
Katrin Kande saat jalani perawatan intensif di RSUD Poso.
RADAR PALU - Satu dari 11 orang korban gempa Poso Magnitudo 5,8 atas nama Katrin Kande telah meninggal dunia di RSUD Poso Minggu (17/8) malam sekitar pukul 22.30 wita.

Kabar meninggalnya Katrin diumumkan pihak pemerintah desa Masani melalui pengeras suara.

"Kami sampaikan bahwa telah meninggal dunia di rumah sakit umum Poso ibu Katrin Mande," demikian antara lain bunyi pemberitahuan duka cita tersebut.

Katrin meninggal dunia dalam perawatan medis di RSUD Poso. Danramil Poso Pesisir, Kapten Mulawarman, membenarkan telah meninggal dunianya korban gempa atas nama Katrin Kande.

"Betul mas. Ibu Katrin Kande," jelasnya saat di konfirmasi. 

Diketahui, almarhum Katrin adalah salah satu dari 11 orang warga desa Masani yang mengalami luka berat akibat gempa yang mengguncang Poso pada Minggu pagi. 

Telah diberitakan sebelumnya, Kepala BPBD Poso, Darma Metusala, mengatakan semua korban yang mengalami luka berat dan ringan merupakan warga desa Masani yang saat gempa terjadi sedang melakukan ibadah pagi di gereja.

Para korban tertimpa reruntuhan bangunan gereja yang tiba-tiba ambruk karena tak kuat menahan goyangan gempa. Kondisi luka berat korban beragam. Namun sebagian besarnya karena mengalami patah tulang kaki dan bagian tubuh lainnya.

"Bangunan yang ambruk ini merupakan bagian dari pada bangunan gereja lama yang belum dirobohkan karena bangunan gereja baru belum rampung," katanya di lokasi kejadian, Gereja Elim Masani, Minggu (17/8) siang.

Pantauan di lokasi, bangunan gereja lama yang bagian dinding atasnya ambruk memang berada di dalam bangunan gereja baru. Dimana bangunan gereja baru dibangun dengan lebih luas dan besar membungkus bangunan lama.

Anto, warga Masani, menceritakan momen gempa dan ambruknya dinding bangunan atas gereja tua yang tengah dipadati jemaat.

"Saat gempa terjadi semua jemaat panik dan berupaya keluar dari dalam gereja. Saat itulah dua sisi dinding bagian atas gereja lama ini ambruk dan menimpa jemaat yang ada," terangnya sambil menunjuk bagian dinding gereja yang telah ambruk.

"Yang tertimpa material dinding bangunan itu jemaat yang duduk dibagian depan dan belakang. Kalau yang dibagian tengah selamat semua," lanjutnya.(bud)

Editor : Mugni Supardi
#poso #korban gempa #korban gempa poso #gempa #RSUD Poso #meninggal dunia